JAKARTA - Tanah Air saat ini sedang dihebohkan dengan kedatangan CEO atau pendiri Telegram, Pavel Durov. Tujuannya tak lain yakni menyelesaikan perkara pemblokiran platform-nya oleh pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).
Pertemuan Durov dengan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara yang dilakukan hari ini, telah membuka pemahaman yang lebih baik mengenai aplikasi Telegram yang sering dimanfaatkan teroris sebagai sarana propaganda.
Berikut wawancara dengan Pavel Durov di Gedung Kominfo, Jakarta Pusat, Selasa (1/7/2017) bersama media:
1. Apa saja yang Anda bicarakan dengan Rudiantara?
Jawab: