Advertisement
Advertisement

BREAKING NEWS: CEO Telegram Sowan ke Menkominfo, Apa yang Dibahas?

BREAKING NEWS: CEO Telegram Sowan ke Menkominfo, Apa yang Dibahas?
Kominfo dan CEO Telegram Pavel Durov (Foto: Tachta Citra Elfira/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - CEO Telegram, Pavel Durov, tengah berkunjung ke Jakarta untuk menemui Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, apa yang dibahas dalam pertemuan tersebut?

Menkominfo Rudiantara mengungkapkan bahwa kunjungan Durov terkait penyelesaian perkara pemblokiran Telegram. "Kami akan rapat untuk membicarakan SOP (Standar Operasional Prosedur) dalam penanganan konten-konten negatif yang berada di Telegram. Akan kita komunikasikan siapa lebih lanjut orangnya (perwakilan Telegram di Indonesia)," jelas Rudiantara.

Baca juga: Asyik! Pavel Durov 'Sumringah' Kominfo Akan Buka Blokir Telegram Pekan Ini

Pria yang kerap disapa Chief RA itu juga mengungkapkan jika semuanya sudah selesai, maka dirinya dan pihak-pihak terkait akan membuka blokir Telegram supaya bisa beroperasi kembali di Indonesia.

Sementara itu, Semuel A. Pangerapan Dirjen Aplikasi Informatika mengungkapkan bahwa pihaknya akan membuka blokir akses web Telegram pada pekan ini.

Baca juga: Benarkah Bos Telegram Pavel Durov Akan Buka Kantor di Indonesia? Nih Jawabannya!

"Peraturan dari kami, kalau memang sudah terpecahkan atau ada indikasi untuk diselesaikan, maka akan diproses segera. Dalam waktu dekat minggu ini kita cari hari baiknya," ujar Semuel saat konferensi pers di Gedung Kominfo.

Sedangkan Pavel Durov mengatakan bahwa ia akan membuat tim untuk melancarkan komunikasi demi membasmi konten negatif di platform-nya.

Baca juga: Ciye.. Mesranya Bos Telegram dengan Menkominfo

Pavel juga mengungkapkan, pihaknya akan membuat kantor perwakilan di Indonesia untuk memantau gerakan propaganda teroris yang dilakukan melalui percakapan, seperti ISIS.

"Di sini, kami belum menentukan di mana tepatnya kantor kami akan dibangun nantinya, tapi kami sudah punya perwakilan di Jakarta. Kami akan bekerja sama dengan komunitas-komunitas lebih dekat untuk mengetahui apa yang mereka butuhkan," ungkap Durov.

Baca juga: Bikin Ngiler! CEO Telegram Makan Bakwan Jagung hingga Gurame Bareng Menkominfo

Durov juga memiliki beberapa solusi agar peristiwa pemblokiran seperti ini tak akan terjadi lagi di negara manapun atas platform-nya.

"Telegram itu kan komunikasi pribadi dan sosial network. Kami punya channel, punya public sharing, dan sebagainya. Kami akan mengikuti aturan pemerintah Indonesia sebagai public communication tool, mengikuti term and policy di sini," terang Durov.

(Ahmad Luthfi)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement