JAKARTA - PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) menghadirkan produk baru, D-Tracker bergaya supermotor. Lantas apa perbedaan motor baru ini dengan produk terdahulu?
"Kalau dulu namanya Kawasaki D-Tracker 150. Maka yang baru ini bernama Kawasaki D-Tracker, ini akan menggantikan yang lama. Produk baru ini bisa terlihat jelas ada yang kita upgrade," ujar Bobby Bharata, Supevisor sales and promotion KMI
Bobby menambahkan, paling mencolok ialah penggunaan ukuran roda. Jika D-Tracker 150 masih menggunakan ukuran 14 inci versi terbarunya telah mengaplikasikan pelek ukuran 17 inci dengan bahan alumunium, hal ini membuat ketinggian motor bertambah.
Selain itu ubahan menonjol terdapat pada headlamp dan tail light (lampu belakang) hadir dengan model baru, D-Tracker juga hadir dengan full gauge dan Radiator Shroud.
Sumber tenaga mengandalkan mesin berkapasitas 144 cc yang sanggup mengeluarkan tenaga 12 ps pada putaran 8.000 rpm dan torsi maksimumnya mencapai 11,3 Nm pada 6.500 rpm. Mesin ini sudah mengikuti standar emisi Euro3.
Untuk suspensi depan menggunakan model up-side down. Sementara bagian belakang tetap mempertahankan model single rear suspension. Pengemudi diklaim akan merasa lebih nyaman karena ukuran setang dibuat lebih tinggi 13 milimeter dan lebih lebar 32 milimeter.
Supermoto Kawasaki menghadirkan D-Tracker dalam dua warna, oranye yang diistilahkan candy burny orange dan warna hijau yang diistilahkan Candy lime green.
Kawasaki D-Tracker dijual Rp28,9 juta sementara generasi sebelumnya ditawarkan dengan harga Rp26 juta.
(Dian AF)