Penjualan Mobil Listrik Bekas China Melonjak 280%, Ini Penyebabnya

Erha Aprili Ramadhoni, Jurnalis
Jum'at 23 Oktober 2026 13:21 WIB
Penjualan Mobil Listrik Bekas China Melonjak 280%, Ini Penyebabnya (CEVM via Car News China)
Share :

JAKARTA - Penjualan mobil listrik bekas dari China melonjak hingga 280 persen di Eropa. Hal ini merupakan dari dampak dari pembatasan impor oleh Uni Eropa. 

1. Penjualan Mobil Listrik Bekas Naik

Seiring kenaikan tarif untuk kendaraan listrik asal China hingga mencapai 45,3% pada 2024, konsumen Eropa yang ingin mengimpor mobil dari China dalam dua tahun terakhir beralih ke kendaraan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) baru serta EV bekas. Kedua kategori itu tidak dikenakan bea masuk tambahan.

Namun, tren ini kembali bergeser. Dengan diberlakukannya batasan impor baru oleh Uni Eropa, yang membatasi impor kendaraan hybrid dari China hingga 350.000 unit, konsumen kini beralih ke mobil bekas. Mobil bekas tidak terkena bea masuk tambahan sebesar 45,3% maupun batasan kuota impor untuk kendaraan hibrida.

Berdasarkan data dari China EV Marketplace (CEVM), penjualan kendaraan bekas kepada konsumen di Uni Eropa melonjak 280% secara tahunan (year-on-year) selama periode Januari–September 2026, mencapai 7.900 unit. Sementara itu, penjualan kendaraan baru justru turun 44%.

“Tarif yang ada telah melemahkan permintaan terhadap BEV baru asal China di kalangan konsumen Eropa kami. Kami memperkirakan batasan impor kendaraan hybrid juga akan menekan penjualan PHEV baru,” ujar COO CEVM, Jakub Gersl, dikutip dari Car News China, Jumat (23/10/2026). 

“Mobil bekas tidak dikenakan tarif tambahan untuk BEV maupun kuota baru untuk kendaraan hibrida (PHEV). Itulah sebabnya kami menjadikan kendaraan bekas sebagai fokus utama bisnis kami di Eropa,” katanya.

Saat ini, perusahaan tersebut menawarkan lebih dari 2.600 unit mobil listrik bekas di situs webnya. Perusahaan itu menawarkan mobil dari berbagai merek seperti Xiaomi, BYD, iCar, Denza, Lynk&Co, Avatr, dan lainnya. 

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya