Wuling Eksion Punya Mode Berkendara Kustom yang Bisa Disesuaikan, Ini Fungsinya

Erha Aprili Ramadhoni, Jurnalis
Selasa 20 Oktober 2026 11:12 WIB
Wuling Eksion Punya Mode Berkendara Kustom yang Bisa Disesuaikan, Ini Fungsinya (Okezone/Erha A Ramadhoni)
Share :

JAKARTA - Mode berkendara pada mobil umumnya terdiri atas beberapa pilihan, seperti Eco, Normal, dan Sport. Setiap mode berkendara memiliki karakter berbeda, mulai dari respons akselerasi yang lebih halus hingga penyaluran tenaga yang lebih agresif.

1. Mode Berkendara

Mode Eco biasanya digunakan saat pengemudi ingin berkendara lebih efisien. Sementara itu, mode Sport menawarkan respons akselerasi yang lebih spontan. Karakter setiap mode dapat berbeda, tergantung pengaturan yang diterapkan pada masing-masing mobil.

Selain pilihan tersebut, ada pula mode berkendara yang memungkinkan pengemudi mengatur sejumlah parameter secara mandiri. Fitur ini tersedia pada Wuling Eksion melalui Personalized  Mode.

Fitur tersebut memungkinkan pengemudi menyesuaikan respons tenaga dan intensitas pemulihan energi sesuai preferensi. Dengan begitu, pengaturan berkendara tidak hanya bergantung pada mode yang telah disediakan pabrikan.

“Wuling Eksion menghadirkan pengalaman berkendara yang semakin personal melalui Personalized Drive Mode, yang memungkinkan pengemudi menyesuaikan respons tenaga dan intensitas pemulihan energi sesuai preferensi masing-masing," kata Product Planning Wuling Motors, Aji Ibrahim, dikutip Selasa (20/11/2026).

Wuling Eksion

Personalized Drive Mode juga tersedia pada Wuling Darion. Pada Eksion, fitur ini dapat diakses melalui layar kontrol berukuran 12,8 inci dengan memilih ikon kendaraan, kemudian masuk ke menu Driving dan memilih opsi Custom.

Terdapat dua parameter yang dapat diatur melalui fitur tersebut, yakni Power Response dan Energy Recovery Level. Keduanya bisa disesuaikan berdasarkan persentase.

Power Response berfungsi mengatur tingkat respons kendaraan saat berakselerasi. Persentase yang lebih tinggi menghasilkan respons akselerasi lebih agresif, sedangkan pengaturan lebih rendah membuat responnya lebih halus.

Adapun Energy Recovery Level digunakan untuk mengatur intensitas pemulihan energi melalui sistem regenerative braking. Pada sistem ini, energi yang dihasilkan saat kendaraan melambat dapat dikonversi kembali menjadi energi listrik.

Semakin tinggi pengaturannya, semakin kuat efek pengereman regeneratif yang dirasakan. Sebaliknya, pengaturan lebih rendah mengurangi intensitas efek tersebut.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya