Kondisi tersebut diperberat oleh faktor makroekonomi, seperti penyesuaian di sektor real estat dan dinamika rantai pasokan global, yang berdampak pada ketersediaan lapangan kerja bagi lulusan baru. Industri internet, yang sebelumnya menjadi motor utama mobilitas ekonomi kelas menengah, kini mengalami pengetatan rekrutmen di tengah melimpahnya jumlah lulusan perguruan tinggi.
Otomatisasi melalui AI juga memengaruhi stabilitas kerja di internal industri teknologi. Pengkodingan berbasis AI secara bertahap mengurangi ketergantungan pada pengembang manusia, sehingga memperpendek siklus kepastian karier dan meningkatkan persaingan di lingkungan kerja.
Secara keseluruhan, fenomena pengangguran di kalangan usia produktif ini menunjukkan pergeseran struktural pada pasar kerja China. Tanpa penyesuaian regulasi, perlindungan tenaga kerja, atau pembukaan sektor ekonomi baru secara memadai, penetrasi teknologi yang cepat berpotensi memperlebar ketimpangan ekonomi dan memengaruhi stabilitas sosial dalam jangka panjang.
(Rahman Asmardika)