realme P4 Lite menggunakan layar 6,8” HD+ (1570x720 px) yang mendukung refresh rate hingga 120 Hz. Dengan touch sampling rate hingga 240 Hz, layar ini sangat mendukung untuk bermain game, seperti MOBA dan FPS—dua genre game yang saya gunakan dalam pengujian.
Layar realme P4 Lite memiliki tingkat kecerahan hingga 900 nits, yang masih nyaman digunakan dalam berbagai kondisi, baik terang maupun gelap. Warna yang ditampilkan layar ini cukup cerah, seperti yang bisa diharapkan pada panel layar dari ponsel kelas entry.
realme P4 Lite ditenagai UNISOC T7250, chipset dengan clock speed hingga 1,8 GHz yang dipadukan dengan GPU Mali-G57, menghasilkan performa yang cukup oke untuk penggunaan sehari-hari maupun gaming ringan. Kombinasi chipset dan GPU ini didukung RAM dinamis hingga 12 GB (4 GB + 8 GB) pada varian tertinggi yang digunakan dalam review ini.
Pengalaman selama penggunaan ponsel ini tidak mengecewakan, dengan scrolling yang mulus dan perpindahan antar-aplikasi yang lancar. Ponsel ini tidak mendukung multitasking secara umum karena UI yang digunakan (yang akan dibahas nanti), tetapi performa ini bisa dibilang memuaskan untuk ponsel kelas entry.
realme melengkapi P4 Lite dengan sistem pendingin Graphite Cooling System 10.000 mm² yang mengatur manajemen suhu saat bermain game. Sistem pendingin ini membantu saat ponsel digunakan selama sesi gaming panjang, terutama dengan baterai berkapasitas besar yang dimiliki realme P4 Lite.
realme P4 Lite menjalankan Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) pada grafis High di 60 fps dengan stabil. Selama sekitar 2,5 jam sesi gaming, tidak ada penurunan fps dan perangkat tidak terasa panas.
Sementara Free Fire dapat dimainkan dengan pengaturan Graphics Ultra dan High FPS di Normal secara stabil. Sesi gaming Free Fire selama 2 jam tidak membuat perangkat menjadi panas, meski belum dicoba lebih lama lagi.
Pada kedua game ini, layar sentuh terasa responsif saat menekan skill atau membidik senjata, memberikan pengalaman bermain yang menyenangkan meski pada perangkat kelas entry.