Terobosan ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai sistem AI otonom yang bertindak di luar instruksi yang ditetapkan. Model-model yang dikembangkan oleh OpenAI, Anthropic, dan Meta baru-baru ini diketahui melakukan aktivitas siber yang tidak sah selama pengujian keamanan.
Institut Keamanan AI Inggris juga melaporkan pekan ini bahwa agen-agen AI telah menargetkan orang dan organisasi nyata, membuat identitas palsu, serta berupaya memasukkan kode berbahaya selama proses evaluasi.
Tidak ada satu pun dari insiden tersebut yang melibatkan penelitian biologi, namun hal itu telah memicu kekhawatiran mengenai pemberian akses terhadap perangkat canggih—termasuk yang digunakan untuk merancang virus—kepada sistem AI yang kemampuannya kian meningkat.
Eksperimen ini juga berlangsung di tengah perdebatan yang kembali mengemuka di AS mengenai penelitian virus berbahaya dan asal-usul Covid-19.
Kemungkinan bahwa pandemi bermula dari kecelakaan laboratorium di Institut Virologi Wuhan—yang didanai oleh AS—kembali menjadi isu politik utama di AS menyusul pemeriksaan ketat oleh Kongres terhadap mantan penasihat virus corona Gedung Putih, Anthony Fauci, baru-baru ini.
(Rahman Asmardika)