JAKARTA - Reli merupakan balap mobil yang memacu adrenalin. Arena balapan reli bisa berupa jalanan dengan medan ekstrem, berkerikil, hingga melintasi wilayah perkebunan untuk ditaklukkan pembalap.
Melihat jalurnya yang terbilang ekstrem, aspek keselamatan pembalap menjadi hal yang sangat penting. Itu karena saat balapan, insiden yang tak diinginkan bisa saja terjadi.
Terkait hal ini, Trans Track mengenalkan teknologi rally tracking system. Ini menjadi teknologi yang dapat memantau posisi pembalap dengan presisi.
Co Founder and Chief Technology Officer of TransTrack, Aris Pujud Kurniawan, mengungkapkan alasan pihaknya mengembangkan teknologi monitoring untuk para pembalap reli.
"Kami ini melihat reli itu adalah olahraga motorsport yang risikonya cukup tinggi. Karena berbeda dengan rally yang biasanya di sirkuit sudah aspal dan sangat termonitoring. Kalau reli ini biasanya di area luas yang tidak ada sistem monitoringnya. Nah itu yang salah satu latar belakang kita," ujarnya kepada Okezone, dikutip Jumat (26/6/2026).
Ia menyebutkan, pihaknya 2 tahun mengembangkan rally tracking system sejak POC (proof of concept) pada 2024. Dari sana, pengembangan terus dilakukan untuk dapat memonitor pergerakan pembalap.
Dalam perjalanannya, karena reli kerap memanfaatkan arena terbuka bahkan kebun sawit, terdapat tantangan dalam mengembangkan rally tracking system. Pasalnya, di area tersebut, dibutuhkan sinyal stabil hingga GPS dapat bekerja secara maksimal. Terlebih, pembalap melaju dengan kecepatan tinggi.
Ia pun mengungkapkan, teknologi ini menjadi pelengkap dari alat yang kerap digunakan secara manual saat balapan. Ini bisa membantu memonitor posisi dan kondisi pembalap dengan cepat. Itu karena posisi dipantau secara real time.
"Kalau sebelumnya manual itu misalkan laporannya itu harus menunggu. Kalau sekarang kan bisa lebih cepat," tuturnya.