JAKARTA - Hyundai merespons ketatnya persaingan mobil listrik secara global, yang kini didominasi produsen China. Bahkan, sulit untuk menyaingi mobil listrik China jika tak ada subsidi.
Sementara Ford menyiapkan strategi baru yang berani. Ford membongkar salah satu jalur perakitan di tengah malam.
Melansir Carscoops, Kamis (7/5/2026), jika pekerjaan yang mereka lakukan sekarang akan memungkinkannya untuk tidak hanya mengalahkan produsen mobil domestik di AS, tetapi juga bersaing melawan China di seluruh dunia dengan mobil listrik yang murah tapi tangguh.
Proyek yang dinamakan skunk works ini telah berlangsung cukup lama. Proyek ini dipimpin mantan karyawan Tesla dan Apple. Proyek ini mengembangkan pikap EV seharga USD30 ribu (sekitar Rp512 juta).
Model tersebut memiliki jarak tempuh sekitar 300 mil dan memiliki performa seperti Mustang. Model jenis ini tak banyak di AS, tapi berkembang di China.
CEO Ford, Jim Farley, telah menguji mobil-mobil buatan China dalam kehidupan sehari-harinya. Ia juga telah menyaksikan langsung miliaran dolar yang telah dihabiskan mereknya untuk membangun platform EV sendiri.
Menurut Wall Street Journal, hal itu mencakup terlalu banyak komponen, terlalu banyak kompleksitas, dan proses kuno yang tidak cocok untuk pasar EV. Jadi, tim tersebut memangkas semua yang bisa dipangkas.
Proses manufaktur itu dirombak total. Alih-alih perakitan langkah demi langkah tradisional, Ford beralih ke sistem modular dengan bagian coran besar dan lebih sedikit titik kontak.
Dengan kata lain, ini adalah cara Tesla dan produsen mobil China membangun EV saat ini.
“Kami belum pernah merombak semuanya dan memulai dari awal. Jika dan ketika kami membangun ini, kami akan merombak Ford,” kata Direktur Program Kendaraan, Jolanta Coffey.
Sementara itu, CEO Hyundai Motor, José Muñoz, baru-baru ini mengatakan tentang persaingan dengan kendaraan listrik buatan China.
“Itu tidak mungkin… Kecuali jika mereka disubsidi oleh pemerintah,” katanya.
Pernyataan tersebut menjadi taruhan bagi Ford. Ford menargetkan model baru tersebut meluncur pada 2027. Karena itu, menarik menunggu kehadiran model tersebut apakah bisa mengusik dominasi mobil listrik China.
(Erha Aprili Ramadhoni)