JAKARTA - BYD kembali berpartisipasi dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 dengan mengusung tema “Infinite Innovation”. Kali ini, tidak hanya menghadirkan 12 unit kendaraan listrik, tetapi turut mengenalkan inovasi pengisian daya ultra-cepat. Teknologi terbaru ini menjawab kebutuhan konsumen akan kendaraan listrik yang praktis untuk mobilitas harian, salah satunya durasi pengisian baterai.
Hal tersebut semakin menegaskan posisi BYD perusahaan teknologi terdepan, sebagai pemimpin global New Energy Vehicle (NEV) yang terus memperluas skala bisnis, kekuatan teknologi, dan kehadirannya di berbagai pasar dunia termasuk Indonesia.
“Melalui partisipasi di IIMS 2026, BYD membawa inovasi teknologi global tersebut ke Indonesia sebagai bagian dari perluasan kehadiran BYD dalam roadmap teknologi perusahaan,” ujar Eagle Zhao, Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia.
Megawatt Charging System menjadi salah satu inovasi paling menonjol yang diperkenalkan. Teknologi pengisian daya generasi terbaru yang didukung oleh Super e-Platform dengan arsitektur tegangan tinggi hingga 1.000V serta penggunaan chip daya Silicon Carbide (Sic) 1.500V. Kombinasi ini membuat sistem mampu mengisi energi hingga 400 kWh hanya dalam waktu sekitar lima menit.
Kemampuan ini tentu dapat memangkas waktu tunggu pengisian baterai, sehingga menjadi lebih efisien. Terlebih, bagi konsumen Indonesia yang memiliki mobilitas tinggi, kecepatan pengisian daya menjadi faktor kunci dalam mendorong penggunaan kendaraan listrik secara lebih luas.
Lahir dari pendekatan teknologi terintegrasi BYD sebagai perusahaan teknologi global, seluruh pengembangan inovasi ini dilakukan secara end-to-end. Mulai dari riset dan pengembangan, manufaktur, hingga edukasi publik dilakukan demi memastikan setiap teknologi tidak hanya canggih tetapi juga aman dan relevan saat digunakan.
Melalui Megawatt Charging System dan pendekatan teknologi terintegrasi, BYD tidak hanya menghadirkan kendaraan listrik, tetapi juga membangun ekosistem yang mendukung penggunaan EV secara praktis dan berkelanjutan.
Kematangan teknologi BYD terlihat dari fasilitas pengembangan teknologi NEV yang menguji kendaraan dalam berbagai skenario ekstrem guna merepresentasikan kondisi nyata. Sistem penggerak, stabilitas, hingga aspek keselamatan diuji menyeluruh sebelum masuk tahap produksi massal.
Seluruh proses ini diperkuat oleh BYD Zhengzhou Mega Factory yang didukung ribuan robot industri dengan tingkat otomatisasi lebih dari 98 persen, memungkinkan setiap tahapan produksi dipantau secara digital dan presisi.
Hasilnya, konsistensi kualitas, akurasi perakitan, serta standar keselamatan struktural yang tinggi pada setiap unit kendaraan. Pendekatan terintegrasi ini menjadi fondasi kemampuan BYD dalam menghadirkan teknologi pengisian super cepat secara stabil dan aman.
Pendekatan teknologi yang menyeluruh ini tercermin melalui pengakuan pasar terhadap jajaran produk BYD dan DENZA di berbagai segmen. Model seperti BYD Seal, BYD Sealion 7, BYD ATTO 3, BYD M6, BYD ATTO 1, BYD Dolphin, hingga DENZA D9 mendapatkan apresiasi atas kualitas, inovasi, dan relevansinya dengan kebutuhan konsumen Indonesia, menegaskan bahwa teknologi BYD tidak hanya canggih, tetapi juga matang dan dapat diandalkan untuk penggunaan sehari-hari.
Terus menghadirkan teknologi mutakhir, tak heran jika BYD dapat menembus penjual global lebih dari 4,6 juta unit pada 2025. Tahun ini juga menjadi fase penting bagi BYD dengan produksi kendaraan energi baru (NEV) ke-15 juta secara global. Bahkan, untuk pertama kalinya, ekspor tahunan melampaui 1 juta unit dan menjangkau lebih dari 119 negara dan wilayah.
Momentum global tersebut tercermin di Indonesia. Sepanjang 2025, pangsa pasar EV nasional meningkat hingga sekitar 13 persen. Di tengah pertumbuhan tersebut, BYD Indonesia membukukan penjualan lebih dari 54.000 unit dan menguasai sekitar 52 persen pangsa pasar EV nasional, menempatkan BYD sebagai merek kendaraan listrik nomor satu di Indonesia.
Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan menjelaskan, pencapaian BYD di Indonesia mencerminkan meningkatnya kepercayaan konsumen terhadap teknologi kendaraan listrik yang matang dan siap digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
“Indonesia memiliki karakter dan kebutuhan mobilitas yang sangat beragam. Karena itu, BYD membangun kehadirannya secara bertahap dari wilayah barat hingga timur Indonesia, tidak hanya melalui pengembangan jaringan, tetapi juga lewat edukasi berkelanjutan dan kolaborasi dengan mitra lokal,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan, pendekatan ini menjadi bagian dari upaya BYD untuk menumbuhkan ekosistem kendaraan listrik yang relevan, inklusif, dan tumbuh bersama masyarakat Indonesia.
Di IIMS 2026, komitmen edukasi publik diwujudkan melalui konsep ruang pengalaman interaktif yang membawa pengunjung lebih dekat pada teknologi BYD. Area e-Platform 3.0 menampilkan arsitektur dasar kendaraan listrik BYD, sementara zona Brand Matrix menggambarkan ekosistem BYD Group secara menyeluruh.
Para pengunjung juga bisa merasakan langsung respons kendaraan, kenyamanan, dan kematangan teknologi yang dihadirkan BYD dalam berbagai kondisi lintasan melalui test drive yang tersedia di luar pameran. Dengan begitu, pengunjung bisa lebih dekat mengenal teknologi BYD melalui delapan unit yang disediakan, yang siap untuk diuji coba.
Kehadiran di IIMS 2026 menjadi cerminan strategi jangka panjang BYD dalam mempercepat transisi mobilitas Indonesia yang lebih bersih, lebih efisien, dan kini, lebih cepat dari sebelumnya.
(Agustina Wulandari )