JAKARTA - Arus mudik tahun 2024 diperkirakan akan mengalami lonjakan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan, jumlah pemudik Lebaran tahun 2024 lebih dari 190 juta orang. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan 2023 yang hanya 134 juta.
Kemenhub memperkirakan pergerakan masyarakat akan dimulai H-7 (3/4/2024) dan puncak tertinggi di H-2. Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya telah melakukan beberapa langkah untuk antisipasi lonjakan pergerakan masyarakat tersebut. Selain dari pemerintah, persiapan juga harus dilakukan pemudik sendiri.
Baik dari sisi pemudik atau juga kendaraan yang digunakan. "Pastikan kendaraan yang akan dibawa mudik berada dalam kondisi laik jalan," kata Ketua Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, akhir pekan lalu di Jakarta.
Menurut dia, beberapa aspek yang harus dipastikan terkait kelaikan kendaraan yang akan digunakan mudik adalah mesin, belt, kelistrikan, manifold/exhaust, ventilasi ruang mesin dan Penumpang, rem serta ban. Harapannya, agar tidak mengalami gangguan selama perjalanan mudik dilakukan.
Selain kesiapan mobil, kondisi pengendara juga harus jadi acuan. Misalnya, terkait kondisi tubuh apakah fit atau tidak, kemudian tidak memiliki masalah kognitif atau kemampuan berpikir, termasuk juga sedang tidak ada masalah berat yang bisa ganggu konsentrasi.