Selain itu, Omoda 5 EV juga akan dirakit di Indonesia menggunakan fasilitas Handal yang selama ini digunakan untuk merakit Tiggo 7 Pro, Tiggo 8 Pro, dan Omoda 5 bermesin bensin.
Harry Kamora juga mengatakan jika kandungan lokal untuk Omoda 5 EV diusahakan sesuai dengan target yang sudah ditetapkan pemerintah, yakni sebesar 40 persen. Hal ini semata-mata untuk masuk dalam program insentif agar harganya bisa semakin terjangkau.
“Intinya mobil China affordable price, kualitas yang baik, desain yang bagus, (harga) kompetitif. Kita akan CKD di Indonesia. Target pemerintah itu di 2026 untuk TKDN 40 persen, itu harus kita kejar, jadi yang bisa dibuat di sini kita buat di sini,” tuturnya.
(Imantoko Kurniadi)