Tetapi untuk menyelaraskan kalender dengan tahun lunar, yaitu 354 hari, itu berarti perlu lebih banyak bulan untuk ditambahkan.
Menurut Slate, seorang Raja Romawi bernama Numa Pompilius mengatakan, bahwa ia tidak senang menambahkan angka genap yang dianggap takhayul.
Jadi penguasa saat itu menambahkan satu hari ekstra pada Januari, menjadikannya 31 hari. Namun, Februari hanya tersisa dengan 28 hari karena alasan yang tidak sepenuhnya dipahami.
Ketika Julius Caesar mengambil alih kekuasaan, ia membuang kalender berbasis bulan untuk digantikan dengan kalender berbasis matahari.
Kalender Julian, demikian sebutannya, secara bertahap diubah hingga diganti dengan kalender Gregorian yang digunakan hingga saat ini. Tetapi sebagian dari Gereja Ortodoks Timur masih terus menggunakan kalender Julian.
(Ahmad Muhajir)