JAKARTA - Februari biasanya cuma punya 28 hari, namun ketika masuk tahun kabisat yang terjadi setiap 4 tahunan, bulan ini menjadi 29 hari.
Diolah dari Express, Jumat (4/2/2022), keberadaan tahun kabisat dilatar belakangi oleh Bumi yang membutuhkan 365 hari - 5 jam - 48 menit - 45 detik untuk mengorbit Matahari.
Berbdasarkan kalender Gregorian, dunia hanya memiliki 365 haru dalam setahun, artinya setiap 4 tahun sekali diperlukan perbedaan waktu.
Jika tidak, manusia bakal kehilangan hampir 6 jam dari kalender setiap tahun. Lalu, kenapa Februari yang memilki 28 hari dan menjadi bulan dengan hari terpendek dari lainnya?
Selain Februari, semua bulan dalam kalender Gregorian memiliki waktu 30 atau 31 hari. Kalender Romawi asli terdiri dari 10 bulan, masing-masing dengan 30 atau 31 hari, bukan dimulai dari bulan Januari tetapi dimulai dari bulan Maret.