META baru saja membagikan statistik baru tentang jumlah intimidasi, ujaran kebencian, dan pelecehan di Facebook dan Instagram.
Angka-angka tersebut dirilis saat Meta menghadapi pengawasan yang meningkat atas kemampuannya untuk melindungi pengguna dan menegakkan kebijakannya secara memadai di seluruh dunia.
Laporan terbarunya menandai pertama kalinya perusahaan membagikan metrik "prevalensi" seputar intimidasi dan pelecehan di platformnya. "Prevalensi" adalah statistik yang digunakan Facebook untuk melacak konten yang melanggar yang lolos dari sistem deteksinya.
"Ini mewakili jumlah konten yang melanggar yang benar-benar dilihat orang yang benar-benar muncul di layar seseorang," kata Wakil Presiden Integritas perusahaan Guy Rosen kepada wartawan, dikutip dari Engadget.