RUPANYA Southeast Asia Internet Governance Forum (SEA-IGF) menggelar perhelatan perdananya. SEA-IGF pertama ini diikuti 1600 peserta daring, dari berbagai negara yang bahkan berada di luar Asia Tenggara.
Penyelenggaraan SEA-IGF diharapkan dapat meningkatkan wawasan para pelaku usaha serta stakeholder lain terkait perkembangan terbaru dari proses transformasi digital yang terus dipercepat dengan adanya pandemi Covid-19.
Diharapkan juga wawasan ini dapat meningkatkan daya saing dan paparan usaha Indonesia dalam pasar global.
"Kami juga berharap bahwa forum ini dapat menghasilkan rekomendasi aksi dalam tantangan digitalisasi ini yang dapat digunakan oleh stakeholder untuk kemanjuan ekonomi," kata Ketua Bidang Humas Apjatel Anna Roos Diana.
Salah satu pembahasannya mengenai data. Dalam prakteknya, data skala besar dikumpulkan baik oleh pemerintah maupun swasta dengan berbagai alasan dan tujuan.
Inovasi ini juga harus dibarengi dengan kemajuan hukum dalam bidang teknologi, yang tujuannya untuk mengurangi risiko terjadinya penyalahgunaan.