Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Dedy Permadi menjelaskan, Kominfo telah melakukan investigasi terhadap kebocoran data yang diperjualbelikan. Setidaknya 279 juta data penduduk diperjualbelikan oleh akun bernama "Kotz" di Raid Forum.
“Kominfo telah mengidentifikasi jumlah data yang lebih besar dan memperluas investigasi terhadap sekitar 1 juta data yang diklaim sebagai data sampel oleh penjual,” katanya beberapa waktu lalu.
Menurutnya, dari hasil identifikasi tersebut Kominfo dan BSSN akan melakukan investigasi yang lebih mendalam dengan BPJS Kesehatan. Sebab data yang diperjualbelikan diduga karena kebocoran data di BPJS Kesehatan. Kominfo juga telah memanggil pihak BPJS Kesehatan.
Sementara itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Gufron Mukti mengatakan, pihaknya akan menindak tegas pihak yang tidak bertanggung jawab atas beredarnya informasi kebocoran data peserta BPJS Kesehatan.
"Atas beredarnya informasi tersebut, maka BPJS Kesehatan telah berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait, yakni Kementerian Komunikasi dan Informatika, BSSN, Cyber Crime Mabes Polri, Kementerian Pertahanan, Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan keamanan, Kementerian Koordinator Bidang Manusia dan Kebudayaan, Kemenko PMK, serta pihak-pihak lainnya," katanya dalam konferensi pers terkait Penawaran Data pada Raid Forum, Selasa (25/5/21).
Ia melanjutkan, pihaknya telah melakukan langkah-langkah yang diperlukan seperti melaporkan kepada pihak kepolisian, supaya mengusut kasus atas beredarnya informasi kebocoran data peserta BPJS Kesehatan.