PADA 55 juta tahun yang lalu bumi menjadi lebih panas. Suhunya meningkat 5–8 derajat Celsius (9–14 derajat Fahrenheit) menurut standar geologi. Tetapi sebuah studi baru menujukkan bahwa itu masih versi gerak lambat daripada yang terjadi sekarang.
Karbon yang dilepaskan ke atmosfer kurang dari sepersepuluh tingkat modern. Penelitian menunjukkan sebagian besar emisi purba berasal dari gunung berapi. Demikian seperti dikutip dari IFL Science, Selasa (15/9/2020).
Baca juga: Satelit NASA Tangkap Gambar Asap Mengepul Akibat Kebakaran Hutan di Amerika
Meskipun para ilmuwan telah lama mencurigai kekuatan yang mendorong Paleocene-Eocene Thermal Maximum (PETM) terjadi selama 1.000 tahun, hal ini sulit untuk dikonfirmasi.
Para peneliti Laura Haynes dan Profesor Barbel Honisch melaporkan bahwa lautan menambahkan sekira 15 kuadriliun metrik ton karbon pada 55,6 juta tahun yang lalu dalam rangkaian 4.000–5.000 tahun.
Meskipun kenaikan suhu lebih besar dari semuanya, keadaan terburuk yang disebabkan oleh manusia skala waktunya jauh lebih lama sehingga laju pemanasan akan lebih lambat. Haynes mencapai kesimpulannya dengan menggunakan alat lama namun cara baru.
Haynes menguji varietas hidup foraminifera di air laut dengan konsentrasi karbon dioksida yang berbeda, dan menemukan keasaman yang lebih besar dari air karbon tinggi mengurangi konsentrasi boron di cangkang foraminifera.
Baca juga: Dua Asteroid Besar Terbang Melintasi Bumi dengan Kecepatan Tinggi