Suhu Kutub Selatan Naik 1,8 Derajat Celsius dalam 30 Tahun Terakhir

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis
Sabtu 04 Juli 2020 22:27 WIB
Ilustrasi (Foto: dok)
Share :

Saat ini, Clem belajar tentang ilmu iklim di Universitas Victoria Vellington di Selandia Baru. Ia adalah anak didik Fogt untuk mendapatkan gelar sarjana dan master di Universitas Ohio.

“Saya memiliki hasrat untuk memahami cuaca dan daya tarik kekuatan dan ketidakpastiannya sejauh yang saya ingat,” kata Clem.

Clem menceritakan pengalamannya, yaitu dia dapat mempelajari semua tentang Antartika dan iklim Belahan Selatan, selama bekerja dengan Fogt. Lebih khusus dia belajar bagaimana Antartika Barat bisa memanas dan lapisan esnya menipis yang berkontribusi pada kenaikan permukaan air laut.

“Saya juga belajar bahwa Antartika mengalami beberapa cuaca yang paling ekstrem dan variabilitas di planet ini, dan karena lokasinya yang terpencil, kita sebenarnya tahu sedikit tentang benua itu. Jadi ada kejutan dan hal-hal baru untuk dipelajari tentang Antartika setiap tahun,” katanya.

Iklim Antartika menunjukkan beberapa rentang suhu terbesar selama tahun ini. Beberapa tren suhu terbesar juga terjadi di planet ini dengan kontras regional yang kuat. Sebagian besar Antartika Barat dan Semenanjung Antartika mengalami pemanasan dan penipisan lapisan es pada akhir abad ke-20. Wilayah pedalaman yang terpencil dan tinggi di Kutub Selatan juga hanya mendingin hingga 1980-an, kemudian menghangat secara substansial.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya