Di sisi lain, hanya produsen mobil listrik Tesla, yang dijadwalkan menajalankan kembali lini produksi kendaraannya. Hal itu disebabkan adanya jaminan otoritas wilayah Shanghai, yang menjadi lokasi berdirinya pabrik Tesla. Produsen asal Amerika Serikat itu juga memiliki stok komponen yang terbilang stabil.
Berkurangnya pasokan suku cadang komponen produksi mobil asal China, seiring terhentinya kegiatan industri juga berdampak pada kegiatan produsen di lokasi lain. Hyundai, Renault, hingga Kia Motors sudah mengumumkan fasilitas pabrik di Korea Selatan akan ditutup sementara menunggu pulihnya pasokan suku cadang.
Bahkan produsen asal Eropa seperti Fiat Chrysler Automobile (FCA) juga menyebut salah satu pabriknya akan ikut terdampak krisis wabah korona ini. Walaupun tidak menyatakan spesifik fasilitas produksi di negara mana, FCA menyebut dampak wabah korona bakal terasa di Eropa dalam dua atau tiga pekan mendatang.
(Mufrod)