Prediksi Anjloknya Industri Mobil di China Akibat Wabah Korona

Medikantyo, Jurnalis
Senin 10 Februari 2020 11:54 WIB
Ilustrasi Industri Otomotif di China (Foto: Okezone.com/Shutterstock)
Share :

BEIJING - Pengurangan aktivitas industri akibat wabah virus korona, diprediksi akan memiliki dampak jangka panjang pada pasar otomotif China. Menurut lembaga analis LMC Automotive, penjualan dan produksi kendaraan bermotor di negeri tersebut setidaknya akan menurun 3 sampai 5 persen selama tahun ini.

Angka tersebut bisa bertambah seandainya pengurangan kegiatan manufakktur terdampak virus korona ini berlanjut menuju kuarter kedua 2020. Seperti dilansir oleh Reuters, LMC Automotive kebijakan itu juga memiliki pengaruh kepada konsumen, yakni menurunnya kepercayaan kepada produsen dan menunda pembelian kendaraan.

 

Kebijakan menambah libur Imlek dan penghentian kegiatan industri, sesuai arahan Pemerintah China, berakhir pada pekan ini. Namun sejumlah produsen memilih untuk memperpanjang penutupan pabriknya hingga pekan depan, dikarenakan kekurangan pasokan komponen mobil dari penyuplai setempat.

Langkah untuk meliburkan karyawan serta menyetop keran produksi, dilakukan Honda, Toyota, hingga Nissan sampai akhir pekan ini. Toyota, yang memiliki 12 fasilitas pabrik di China, menyatakan baru bisa memulai kembali perakitan kendaraannya pada 17 Februari mendatang seperti dilansir dari Reuters.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya