JAKARTA - Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berlangsung selama 24 jam. Operasi TMC ini dilakukan dengan melakukan penyemaian garam ke awan yang berpotensi hujan.
"Tujuannya untuk mempercepat hujan di perairan lepas (Laut Jawa&Selat Sunda), sebelum memasuki area pemukiman penduduk terang," tulis akun resmi @BPPT_RI.
Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Hammam Riza menerangkan, operasi TMC merupakan koordinasi bersama antara BPPT, BNPB, BNPD, BMKG, TNI AU, dan Pemda untuk mengantisipasi hujan ekstrem pada 10-12 Januari 2020 di area Jabodetabek.
Hammam Riza juga mengungkapkan, operasi TMC ini paling efektif digunakan untuk mitigasi bencana, baik itu mencegah banjir seperti saat ini atau mencegah kebakaran hutan. Selain itu, TMC juga bisa digunakan untuk mengatasi kekeringan, bahkan mengisi waduk pembangkit listrik.
Lebih lanjut ia mengatakan tentang kesinambungan dalam pelaksanaan TMC. "Kita akan perbaiki bersama, menyusun mitigation plan terbaik untuk mereduksi bencana. Jangan sampai bencana sudah terjadi kita baru siap-siap," katanya.
Baca juga: Drone MALE BPPT Miliki Fungsi Pengawasan Jaga Kedaulatan NKRI