Paten yang diajukan oleh Lamborghini merupakan hasil riset 2 tahun antara Lamborghini dan MIT di Italia dan Massachusetts. Kedua pihak juga sepakat untuk melanjutkan kerja sama hingga 3 tahun mendatang untuk mengintegrasikan material baterai ini ke dalam kendaraan dan menciptakan purwarupa baterai yang mampu mengombinasikan penyimpanan energi yang besar dengan fleksibilitas dan integritas struktur yang baik.
Teknologi superkapasitor sendiri digadang-gadang memiliki banyak keunggulan. Selain lebih kecil dan ringan, superkapasitor juga lebih efisien ketimbang baterai konvesional. Dengan rasio pengisian dan pelepasan daya sebesar 1:1, superkapasitor dianggap lebih efektif sebagai sarana penyimpanan energi kinetik yang terbuang di mobil hybrid. Tak cuma itu, dengan siklus pengisian dan pelepasan daya yang lebih tinggi serta penyaluran energi yang lebih cepat, superkapasitor juga cocok diaplikasikan di supercar hybrid.
Lamborghini sendiri telah menggunakan superkapasitor untuk supercar hybrid mereka yang bernama Sian. Supercar bertenaga 807 dk ini memiliki motor listrik bertenaga 34 dk yang terletak di transmisi.
(Mufrod)