Tak Capai Target, Penjualan Mobil Plug-in Hybrid di Tiongkok Meredup

Aidha Widyastuti, Jurnalis
Senin 04 November 2019 20:05 WIB
Mobil listrik BMW i3 (foto: Ist)
Share :

TIONGKOK - Ditengah gencarnya pasar kendaraan listrik di dunia, dan China menjadi salah satu pasar terbesarnya industri otomotif sedang gencar dengan kendaraan listrik yang terus mengalami kenaikan dari segi permintaan. Namun sayang, tahun ini pabrikan Cina tengah ditimpah masalah yang cukup serius terkait target penjualaan untuk mobil plug-in buatannya.

Masalah yang terjadi saat ini untuk pasar Cina adalah penjualan kendaraan listrik plug-in yang semakin melambat dan terdapat penurunan dari jarak yang telah diperkirakan atau dapat dikatakan tidak memenuhi target penjualan yang diharapkan.

 

Menurut laporan data yang diunggah oleh laman Moneyball, terlihat seberapa besar penurunan penjualan mobil plug-in yang mempengaruhi berbagai produsen kendaraan energi baru.

Target penjualan untuk tahun 2019 sendiri adalah 75%, namun memasuki periode Q4 (kuartal keempat) angka penjualaan berada pada level yang rendah dari target yang telah diperkirakan. Hanya beberapa produsen saja yang memiliki presentase di atas 50%.

 

Beberapa data yang menunjukkan persentase dari penjualaan di tahun 2019, antara lain terdapat BYD 45.86%, Geely 55.20%, BAIC BJEV 44.72%, JAC 61.29%, GAC 55.41%, chang'an 36.31%, Xpeng 32.00%, Weima 10,90%, NIO 30.58%, Hozon 23.40%, dan Leap Motor 5.10%.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya