Tim Anargya memilih untuk menggunakan bahan serat karbon dalam pembangunan konstruksi badan mobil formula listrik mereka.Bahan baku tersebut utamanya dipakai mengisi struktur antara sisi eksterior dan kerangka utama mobil.
Sumber tenaga mobil berasal dari paket baterai berdaya 304 V dengang kekuatan mencapai 72 kW. Dengan sumber tenaga tersebut, motor penggerak Anargya EV Mark 1.0 disebut dapat menempuh 75 meter dalam lima detik. Serta, memiliki kecepatan maksimal hingga 100 km/jam.
Kendaraan listrik formula EV Mark 1.0 ini sukses dibangun oleh tim Anargya dalam kurun waktu setahun. Kendala terbesar bagi manajer tim, Joel Darren Permana, adalah keharusan pembuatan komponen secara mandiri dalam waktu terbatas dari para mahasiswa. "Semoga hasilnya dapat membanggakan almamater dan bangsa," ujar Joel.
(Mufrod)