Tim mahasiswa ITS tersebut membangun Anargya EV Mark 10 mulai dari proses perencaanaan, manufaktur, hingga perakitan komponen menjadi sebuah kendaraan utuh. Hal tersebut menjadi batu loncatan bagi mereka untuk memasuki ranah berikut teknologi kendaraan.
Salah satunya adalah kemungkinan ITS membangun kendaraan tanpa awak. "Jika keterlibatan kami dalam ajang SFJ tahun ini sukses, tim Anargya akan berkesempatan bersiap menuju gelaran kendaraan automous yang berlangsung di Jerman, akhir tahun ini," kata Alief di Surabaya.
Pria berkacamata ini menekankan seluruh komponen baik perangkat keras hingga piranti lunak bagi mobil ini sepenuhnya dihasilkan dari penelitian arahan PUI-SKO ITS. Hal tersebut berpotensi melambungkan nama ITS di kancah pengembangan kendaraan listrik. "Hal ini juga terwujud dengan dukungan finansial dari rekanan terkait," ujar Alief.