Belum lagi, iklim di Bumi memang lebih hangat dari rata-rata abad ke-20 selama 406 bulan terakhir berturut-turut. Itu berarti tidak ada seorang pun di bawah usia 32 yang pernah mengalami bulan yang lebih dingin dari rata-rata.
Baca Juga: Aplikasi 'Laut Nusantara' XL Axiata-BROL Berbasis Data dari Satelit Khusus
"Setiap bagian dari tingkat pemanasan membuat perbedaan bagi kesehatan manusia dan akses ke makanan dan air tawar, ke kepunahan hewan dan tumbuhan, untuk kelangsungan hidup terumbu karang dan kehidupan laut," kata Wakil Sekretaris Jenderal WMO Elena Manaenkova.
Dunia yang lebih hangat berarti semakin ekstrem dalam cuaca yang merusak dan berbahaya, seperti gelombang panas, kebakaran hutan, kekeringan, banjir, dan badai dahsyat. Ada 70 topan tropis atau badai di belahan Bumi utara pada 2018.