Konsep Teknologi Kabin Pesawat Bisa Dilepas Dinilai Berbahaya

Agregasi Harian Jogja, Jurnalis
Selasa 06 November 2018 10:03 WIB
Ilustrasi kabin pesawat yang dapat dilepas (Foto: Vladimir Tatarenko/YouTube)
Share :

JOGJA - Konsep teknologi kabin pesawat dapat dilepas dimunculkan setelah insiden pesawat jatuh Lion Air PK-LQP JT610. Ide ini pernah dicetuskan oleh Vladimir Tatarenko, yang telah diperdebatkan sejak akhir 2015.

Penemu asal Ukraina itu membuat ide gila pesawat dengan kabin penumpang yang dapat dilepas dan memisahkan diri dari pesawat, lalu mendarat aman dengan parasut saat terjadi keadaan darurat di angkasa.

Jatuh dari langit memang menjadi ketakutan terburuk bagi sebagian besar penumpang ketika mereka naik pesawat. Tapi apakah ide Vladimir Tatarenko itu benar-benar menjamin keamanan terbang?

Herve Morvan, Profesor Mekanika Fluida Terapan Fakultas Teknik Universitas Nottingham, Inggris, telah menanggapi ide gila Vladimir Tatarenko ini pada 2016 melalui artikelnya yang diterbitkan di The Independent dan The Conversation selang sebulan setelah video Tatarenko viral.

 

“Ini mungkin terdengar seperti ide meyakinkan bagi mereka yang beranggapan naik pesawat adalah cobaan yang mengerikan daripada hal menarik untuk memulai liburan,” tulis Herve Moran dalam naskahnya yang diberi judul Why a Detachable Cabin Probably Wouldn’t Save Your Life in a Plane Crash?

Sebagai seseorang yang sangat tertarik dengan desain dan teknologi pesawat terbang, Herve mengganggap ide itu sebagai hal yang membingungkan. Tidak hanya desain yang ditawarkan Tatarenko itu sangat menguras biaya, tetapi juga tidak mungkin diterapkan untuk menyelamatkan nyawa dalam bencana penerbangan seperti divisualisasikan dalam video Tatarenko.

Dalam video itu, kabin dapat dilepas saat pesawat mengalami kerusakan mesin di langit. “Pertama-tama harus dicatat pesawat jatuh karena masalah ini sangat jarang terjadi. Sistem dan gangguan listrik hanya menyumbang kurang dari 3% dari semua kecelakaan fatal dalam 10 tahun terakhir,” kata Herve.

Baca juga: Mengintip Masa Depan dengan Teknologi IoT dan Jaringan 5G

Dalam banyak insiden buruk penerbangan, jelas Herve, pesawat udara memiliki kerentanan saat lepas landas dan mendarat. Ini karena letak pesawat yang lebih dekat dengan permukaan Bumi. Daratan adalah hambatan terbesar dalam penerbangan. Pada saat lepas landas dan mendarat itulah, pesawat juga masih berada dalam kecepatan rendah sehingga lebih sulit dilakukan manuver.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya