Tips Aman Membonceng Anak di Sepeda Motor, Pertama Jangan Taruh di Depan

Dewi Kania, Jurnalis
Senin 29 Januari 2018 17:21 WIB
Ilustrasi. Foto: Okezone
Share :

JAKARTA - Ketika sore tiba atau ada waktu senggang, acap kali ada orangtua membonceng anaknya pakai sepeda motor untuk berjalan-jalan di sekitar rumah. Tentunya harus hati-hati saat mengendarai motor supaya tetap aman di perjalanan.

Namun sayangnya seringkali juga ada pengendara motor yang membonceng anak-anaknya melaju kencang. Bahkan, mereka berani menerobos lalu lintas.

Padahal pengendara motor harus memperhatikan sisi keamanan pribadi maupun anaknya yang dibonceng. Jangan suka menembus rambu lalu lintas dan perhatikan yang lain supaya tidak celaka.

Ketua Komunitas Vespa Cowboys Jakarta Dimas Bimo membeberkan tips yang bisa diterapkan saat mengendarai motor sambil membonceng anak. Simak rangkumannya berikut ini, yang ditulis Okezone.

Bonceng anak di tengah

Orangtua jangan membiasakan menaruh anak di depan saat mengendarai motor. Lebih amannya, anak-anak diapit di bagian tengah motor. Saat membawa anak, pastikan mengajak pendamping yang bisa melindunginya. Menurut Dimas, usia anak juga harus diperhatikan supaya aman berkendara di jalan.

"Idealnya, kalau membonceng anak kira-kira anaknya harus mengerti, sudah bisa duduk tegak, kalau ngantuk bisa ngomong dan bisa pegangan erat," ucapnya saat ditemui di Bilik Senja Kopi, kawasan Panglima Polim, Jakarta Selatan, Senin (29/1/2018).

Jangan membonceng anak di depan, karena menyebabkan anak sakit, antara lain dada sesak diterpa angin kencang, kena asap kendaraan lain, gampang lelah, dan sebagainya.

[Baca Juga: 5 Tips untuk Menaklukkan Jalur Pantura Jawa bagi Pemudik Motor]

Pakai Perlengkapan Standar

Naik motor, baik dekat atau jauh harus mengenakan perlengkapan standar. Misalnya harus pakai helm, celana panjang, jaket, dan sepatu yang aman. Sematkan juga perlengkapan tersebut kepada anak supaya sama-sama nyaman saat berkendara.

Jangan Ngebut di Jalan

Saat berkendara di jalan raya ataupun di jalan yang tak ramai, jangan berkendara dengan kecepatan tinggi. Hal itu bisa membahayakan anak, mereka bisa jatuh atau malah mengalami hal lain. Pastikan berkendara dengan kecepatan 60 km/jam paling tinggi. 

Patuhi Rambu-Rambu Lalu Lintas

Jangan melanggar lampu merah atau malah melawan arah. Selain berisiko kecelakaan, Anda juga mengganggu pengendara lainnya.

Paling penting, pengendara juga bisa mengajarkan anak untuk patuh terhadap aturan di jalan raya yang sudah ditetapkan.

Berhenti Saat Hujan Deras

Jangan memaksa untuk berkendara saat hujan deras turun. Pastikan anak-anak terlindung dari hujan. Dimas mengatakan, jika hujan deras langsung berhenti di tempat yang aman. Kasihan anak-anak yang sedang dibonceng, mereka gampang sakit dan mengalami risiko lainnya.

"Kalau hujannya cuma gerimis kecil bisa pakai jas hujan dan melanjutkan perjalanan. Kalau hujan deras, lebih aman berhenti," pungkas Pemilik Vespa Klasik tipe VGLB itu.

[Baca Juga: Tips Boncengan saat Perjalanan Jauh jika Terpaksa Mudik Pakai Motor]

(Abu Sahma Pane)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya