Peneliti dari Universitas Antioquia di Kolombia membuat klaim itu dalam sebuah makalah yang diterbitkan di arsip elektronik Arxiv. Mereka berpendapat bahwa jika sebuah planet bercincin seperti Saturnus berada di orbit dekat bintang dengan cincin miring, tampaknya akan meredupkan cahaya yang datang darinya dalam pola yang tak beraturan.
Cincin-cincin itu pertama-tama akan menghalangi cahaya saat planet itu lewat di depan bintang, diikuti oleh planet itu sendiri, sebelum cincin kembali menghalangi lebih banyak cahaya.
Lantaran cincin miring akan berada di sudut yang berbeda pada masing-masing lintasan, itu akan berada di sudut yang berbeda di masing-masing lintasan, sehingga itu tampak sebagai kejadian acak.
(Dini Listiyani)