Dalam studi baru yang dipublikasikan di Astrophysical Journal, tim itu memperkirakan bahwa benda-benda yang menyebabkan peredupan misterius di Tabby Star tak lebih dari beberapa mikrometer lebarnya. Partikel ini harus lebi besar dari debu antar bintang, sebagai gantinya, mungkin debu di sekililing atau debu yang mengelilingi bintang.
Para peneliti mengumpulkan data pengamatan bintang Tabby dari Oktober 2015 hingga Maret 2017 dari dua teleskop NASA, Swift, yang mengambil pengukuran sinar X dan UV, dan Spitzer yang mengukur objek dalam infrared.
"Kami menemukan bahwa dari UV, sepanjang spektrum yang terlihat hingga IR, bintang tersebut meredupkan pada setiap panjang gelombang yang kami monitor," terang Huan Meng kepada Inverset pada September lalu.
Hal ini menunjukkan bahwa data awal yang dikumpulkan oleh teleskop Kepler NASA tak benar. Para peneliti menemukan bahwa tingkat peredaman dari bintang Tabby berbeda secara signifikan antara UV dan infrared, sehingga menunjukkan layar debu berukuran mikro yang perlu disalahkan karena peredupan tidak teratur ini.
"Hanya layar debu halus mikroskopis yang bisa menyebar cahaya bintang denga cara yang ditandai dengan pengukuran," tambah Dr. Meng yang dikutip dari Daily Mail, Jumat (6/10/2017).