Pemerintah Godok Roadmap Alat Transportasi Rendah Emisi, dari 20 Km/Liter hingga Nihil

Santo Evren Sirait, Jurnalis
Sabtu 19 Agustus 2017 09:04 WIB
Ilustrasi mobil rendah emisi (Newsognigeria)
Share :

BOGOR - Sebagaian besar masyarakat Indonesia masih bergantung pada alat transportasi mobil dan sepeda motor. Semakin banyak mobil dan motor yang beredar semakin tinggi pula emisi gas buang kendaraan. Apalagi saat ini di Indonesia semua kendaraan masih mengandalkan bahan bakar fosil.

"Sektor alat transportasi darat khususnya automotif merupakan salah satu penyumbang terbesar dari emisi gas buang yang menyebabkan global warming. Hal ini tentunya tidak terlepas dari kebergantungan teknologi automotif kita yang selama ini hanya bergantung pada energi fosil yang menjadi sumber primer alat-alat transportasi tersebut," ujar Dirjen Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan, Jumat 18 Agustus 2017.

(Baca juga: Target 20% Mobil Listrik di 2025, Pemerintah Siapkan Skema Pajak Barang Mewah)

Sebagai upaya mengurangi kebergantungan masyarakat menggunakan bahan bakar fosil, saat ini pemerintah tengah mengerjakan peta automotif ke arah kendaraan rendah emisi.

"Kami di Kemenperin bersama dengan kementerian lainnya telah melakukan berbagai kajian, focus group discussion (FGD), serta seminar untuk menetapkan peta jalan pengembangan industri alat transportasi dalam rangka mendorong pengembangan kendaraan rendah emisi. Kita harus bersama-sama mengarahkan kendaraan bermotor ke depannya ke arah rendah emisi atau yang kita sebut low carbon emission vehicle (LCEV)," terang Putu.

Sebenarnya tahapan untuk menuju program tersebut sudah dimulai sejak 2013, lewat proyek low cost green car (LCGC). Setelah itu ke depannya meningkat menjadi low carbon emission vehicle (LCEV).

"Program LCGC di mana satu liternya harus 20 kilometer. Dan ini akan terus ditingkatkan, satu liter menjadi 28 km, satu liter menjadi 50 km, bahkan menjadi tak berhingga. Seperti yang kita sekarang ini yaitu kendaraan listrik," pungkas Putu.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya