2 TAHUN JOKOWI-JK: Indonesia Mulai Dilirik sebagai Basis Produksi Kendaraan

Santo Evren Sirait, Jurnalis
Kamis 13 Oktober 2016 11:58 WIB
Ilustrasi Pabrik perakitan mobil (Okezone)
Share :

Seiring berjalannya waktu, Pemerintah Indonesia terus menjaga dan menyempurnakan iklim usaha yang kondusif, sehingga investasi terutama di sektor industri automotif terus mengalami peningkatan. PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) kembali berinvestasi pada 2016.

Investasi tersebut berupa pembangunan pabrik baru Toyota yang akan memproduksi mesin bensin aluminium bertipe R-NR untuk mobil penumpang. Pabrik ke-3 itu mampu memproduksi 216 ribu unit mesin per tahun. Nilai investasi yang digelontorkan Toyota sebesar Rp2,3 triliun, meliputi pembangunan dan pengoperasian pabrik. Selain untuk pasar domestik mesin tersebut juga akan dieskpor.

Hanya berselang beberapa bulan saja TMMIN kembali berinvestasi untuk pembangunan assembling plant senilai Rp2,5 triliun. Pabrik tersebut digunakan untuk memproduksi Sienta secara lokal. Di tahap awal, Toyota menargetkan produksi sebanyak 4.000 unit Sienta setiap bulan. Rencananya Sienta juga akan diekspor ke beberapa negara.

Toyota Sienta diproduksi di satu pabrik bersamaan dengan model Etios Valco, Vios, Limo, dan Yaris. Mobil dengan desdain kotak ini merupakan produk keenam Toyota yang diproduksi secara lokal oleh TMMIN setelah model lainnya, seperti Kijang Innova, Fortuner, Etios Valco, Vios, dan Yaris.

Bulan lalu perusahaan automotif yang juga melakukan investasi yaitu PT Nissan Motor Indonesia (NMI). Nissan sudah memulai investasi di Indonesia sejak 2001, kali ini Nissan menambah investasi sebesar Rp438 miliar. Dana tersebut digunakan untuk membangun pabrik mesin dan transmisi. Pabrik ditargetkan akan beroperasi pada September 2017 dengan kapasitas produksi mencapai 96 ribu unit per tahun. Pabrik dibangun di atas lahan seluas 3.000 meter persegi dan nantinya akan diisi dengan line produksi engine machining, yang nantinya memungkinkan NMI untuk memproduksi mesin dan transmisi secara lokal.

Namun, di balik ingar bingar investasi, industri kendaraan sempat diwarnai dengan gelombang PHK sebagai dampak dari lesunya penjualan. Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan ancaman PHK di sektor industri automotif sebenarnya sudah terlihat sejak akhir 2015 dari penurunan penjualan, khsusnya sepeda motor.

Ada dua pabrik automotif asal Jepang yang melakukan PHK, yaitu PT Astra Honda Motor (AHM) dan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). PHK hanya terjadi pada karyawan bertatus kontrak dengan jumlah puluhan ribu karyawan. Diperkirakan karyawan tetap tidak akan terkena dampak dari PHK pada sektor automotif.

Di bulan yang sama, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) selaku distributor kendaraan Mitsubishi di Indonesia menawarkan pensiun dini kepada hampir 200 karyawan. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk pengurangan beban dari terus menurunnya penjualan, khususnya kendaraan niaga yang diproduksi oleh PT Krama Yudha Ratu Motor (KRM). (san)

(Dian AF)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya