2 TAHUN JOKOWI-JK: Indonesia Mulai Dilirik sebagai Basis Produksi Kendaraan

Santo Evren Sirait, Jurnalis
Kamis 13 Oktober 2016 11:58 WIB
Ilustrasi Pabrik perakitan mobil (Okezone)
Share :

PEMERINTAH melalui Menteri Perindustrian tak lelah mengimbau kepada pelaku usaha, termasuk di bidang automotif asing, untuk menjadikan Indonesia, bukan hanya sebagai negara tujuan pemasaran, melainkan basis produksi sepeda motor maupun mobil. Produk tersebut juga dialokasikan untuk pasar ekspor. Menteri Perindustrian mendorong agar perusahaan automotif asing meningkatkan investasi mereka dengan membangun pabrik perakitan dan komponen di Indonesia.

Selama dua tahun terakhir, meski pasar automotif kurang bergairah sebagai imbas dari dari kondisi ekonomi global, namun tidak menghalangi beberapa perusahaan automotif global untuk berinvestasi di Indonesia. Dana yang dikucurkan berbeda-beda, mulai dari membangun pabrik, perluasan pabrik, hingga menambah fasilitas pembuatan komponen.

Pada awal Desember 2014, PT Astra Honda Motor (AHM) mengoperasikan pabrik sepeda motor terbarunya yang dibangun di lahan seluas 84 hektare di Kawasan Industri Indotaisei, Kota Bukit Indah, Karawang, Jawa Barat. Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi 1,1 juta unit sepeda motor per tahun yang akan dimanfaatkan untuk memenuhi permintaan domestik dan pasar ekspor di kawasan ASEAN.

Sebagai perusahaan joint venture, PT Astra International Tbk dan Honda Motor Co. dengan komposisi saham 50-50 persen, AHM menginvestasikan Rp3,3 triliun untuk memproduksi sepeda motor Honda tipe skutik di pabrik AHM Karawang itu. Fasilitas produksi terbaru ini melengkapi tiga pabrik sepeda motor Honda yang sudah ada sebelumnya, yaitu yang berlokasi di Sunter, Pegangsaan, dan Cikarang.

Memasuki 2015, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia melakukan peletakan batu pertama pembangunan pabrik baru. Pabrik tersebut berlokasi di Greenland International Industrial Center (GIIC), Kota Deltamas, Desa Pasir Ranji, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pabrik tersebut akan memproduksi mobil-mobil SUV, komersial ringan, termasuk small MPV terbaru Mitsubishi yang mulai dipasarkan tahun depan. Mobil small MPV tersebut tidak hanya diproduksi untuk kebutuhan domestik, namun juga diekspor ke negara ASEAN.

Pabrik baru Mitshubishi berdiri di atas lahan seluas 30 hektare. Nilai investasinya mencapai Rp6 triliun dan mampu menyerap 3.000 tenaga kerja. Pabrik yang mulai beroperasi pada April 2017 tersebut dapat memproduksi 160 ribu unit kendaraan per tahun.

Masih di tahun yang sama, PT SGMW Motor Indonesia yang akan memproduksi mobil merek Wuling membangun pabrik di atas lahan seluas 60 hektare dengan nilai investasi mencapai USD700 juta. Pabrik tersebut berlokasi di kawasan Greenland International Industrial Center (GIIC), Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dan memiliki kapasitas produksi sebanyak 150 ribu unit per tahun. Pendirian pabrik tersebut merupakan wujud komitmen tiga perusahaan besar, yakni SAIC Motor Corporation Ltd, General Motor, dan Guangxi Motor Corporation yang telah menanamkan investasinya di Indonesia untuk memperluas pasar automotif dalam negeri maupun ekspor.

PT SGMW Motor Indonesia  menggandeng lebih dari 20 pabrik komponen pendukung, baik dari China maupun lokal, yang mampu menyerap tenaga kerja 3.000 orang. Pabrik ini akan beroperasi pada Juli 2017. (san)

Seiring berjalannya waktu, Pemerintah Indonesia terus menjaga dan menyempurnakan iklim usaha yang kondusif, sehingga investasi terutama di sektor industri automotif terus mengalami peningkatan. PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) kembali berinvestasi pada 2016.

Investasi tersebut berupa pembangunan pabrik baru Toyota yang akan memproduksi mesin bensin aluminium bertipe R-NR untuk mobil penumpang. Pabrik ke-3 itu mampu memproduksi 216 ribu unit mesin per tahun. Nilai investasi yang digelontorkan Toyota sebesar Rp2,3 triliun, meliputi pembangunan dan pengoperasian pabrik. Selain untuk pasar domestik mesin tersebut juga akan dieskpor.

Hanya berselang beberapa bulan saja TMMIN kembali berinvestasi untuk pembangunan assembling plant senilai Rp2,5 triliun. Pabrik tersebut digunakan untuk memproduksi Sienta secara lokal. Di tahap awal, Toyota menargetkan produksi sebanyak 4.000 unit Sienta setiap bulan. Rencananya Sienta juga akan diekspor ke beberapa negara.

Toyota Sienta diproduksi di satu pabrik bersamaan dengan model Etios Valco, Vios, Limo, dan Yaris. Mobil dengan desdain kotak ini merupakan produk keenam Toyota yang diproduksi secara lokal oleh TMMIN setelah model lainnya, seperti Kijang Innova, Fortuner, Etios Valco, Vios, dan Yaris.

Bulan lalu perusahaan automotif yang juga melakukan investasi yaitu PT Nissan Motor Indonesia (NMI). Nissan sudah memulai investasi di Indonesia sejak 2001, kali ini Nissan menambah investasi sebesar Rp438 miliar. Dana tersebut digunakan untuk membangun pabrik mesin dan transmisi. Pabrik ditargetkan akan beroperasi pada September 2017 dengan kapasitas produksi mencapai 96 ribu unit per tahun. Pabrik dibangun di atas lahan seluas 3.000 meter persegi dan nantinya akan diisi dengan line produksi engine machining, yang nantinya memungkinkan NMI untuk memproduksi mesin dan transmisi secara lokal.

Namun, di balik ingar bingar investasi, industri kendaraan sempat diwarnai dengan gelombang PHK sebagai dampak dari lesunya penjualan. Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan ancaman PHK di sektor industri automotif sebenarnya sudah terlihat sejak akhir 2015 dari penurunan penjualan, khsusnya sepeda motor.

Ada dua pabrik automotif asal Jepang yang melakukan PHK, yaitu PT Astra Honda Motor (AHM) dan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). PHK hanya terjadi pada karyawan bertatus kontrak dengan jumlah puluhan ribu karyawan. Diperkirakan karyawan tetap tidak akan terkena dampak dari PHK pada sektor automotif.

Di bulan yang sama, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) selaku distributor kendaraan Mitsubishi di Indonesia menawarkan pensiun dini kepada hampir 200 karyawan. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk pengurangan beban dari terus menurunnya penjualan, khususnya kendaraan niaga yang diproduksi oleh PT Krama Yudha Ratu Motor (KRM). (san)

(Dian AF)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya