Tujuh Hal Penting tentang Rem Cakram & Tromol Motor

Anton Suhartono, Jurnalis
Rabu 25 Maret 2015 08:05 WIB
(rideapart)
Share :

JAKARTA - Fungsi pengereman pada kendaraan bermotor sangat penting. Tidak sedikit kecelakaan di jalan raya disebabkan kurang maksimalnya hal tersebut. Karena itu, mengenali fungsi pengereman serta bagaimana merawatnya sangat penting.
 
Rem berfungsi sebagai piranti untuk mengurangi laju kendaraan secara perlahan hingga berhenti melalui sebuah rangkaian komponen. Pada umumnya, sistem rem motor ada dua macam, yaitu tromol (drum brake) serta cakram (disk brake).
 
Technical Service Departement Astra Motor, Rangga Noviar, menjelaskan, sistem pengereman tromol menggunakan mekanis.
 
"Ketika pedal rem ditekan atau diinjak, permukaan kampas rem akan bersentuhan dengan permukaan tromol sehingga mulai mengurangi kecepatan,” ungkapnya kepada Okezone.
 
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam rem tromol adalah:
 
1. Agar fungsi rem tromol maksimal, permukaan kampas rem dan permukaan tromol sebaiknya dibersihkan secara berkala. Maksimal setiap enam bulan sekali atau setelah melintasi jalanan yang banjir.
 
2. Secara berkala, cek ketebalan kampas rem. Caranya dengan melihat indikator keausan yang ada di bagian panel rem atau tromol. Jika tanda panah pada panel bertemu dengan panah pada indikator keausan, maka kampas rem sebaiknya segera diganti.
 
3. Jangan percaya bahwa menggergaji permukaan kampas akan membuat fungsi pengereman makin maksimal. Hal tersebut sangat dilarang, sebab berpotensi merusak permukaan tromol yang justru akan mengganggu sistem pengereman.
 
Jika rem tromol menggunakan sistem mekanis, maka rem cakram saat ini menggunakan sistem hidraulik. Saat rem difungsikan, minyak rem yang ada di pipa akan menekan piston kaliper dan diteruskan ke pad. Kemudian pad akan menekan piringan rem, sehingga laju motor mulai berkurang sesuai porsi penekanan handle rem.
 
Beberapa hal yang perlu diketahui mengenai rem cakram adalah sebagai berikut:
 
1. Penggunaan minyak rem harus sesuai dengan tipenya. Untuk mengetahui minyak rem yang sesuai, bisa dilihat pada tutup penampungan minyak rem yang ada di stang motor. Biasanya DOT3 atau DOT4.
 
2. Kapasitas minyak rem harus selalu dipastikan. Caranya dengan melihat penampungan minyak rem yang ada di stang. Dalam keadaan kampas rem tebal, jika posisi minyak rem di bawah garis lower level, artinya harus ditambah, hingga minimal di atas garis lower level.
 
3. Ganti minyak rem, minimal dua tahun sekali.
 

4. Jika fungsi pengereman tidak maksimal, ada kemungkinan akibat gejala angin palsu atau terjebaknya udara pada saluran minyak rem. Untuk memastikan hal tersebut, cek pergerakan handle rem. Jika terasa ringan, kemungkinan besar memang akibat gejala angin palsu. Untuk menghilangkan udara tersebut, bawa sepeda motor ke bengkel resmi untuk dilakukan proses bleeding.

Hal yang terpenting, apa pun sistem rem pada sepeda motor, selalu lakukan pemeriksaan berkala maksimal enam bulan sekali. Untuk memastikan setiap komponen rem berfungsi dengan baik. Hal yang tidak kalah penting, jangan gunakan suku cadang palsu karena sangat berisiko merusak fungsi pengereman.

(Dian AF)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Ototekno lainnya