JAKARTA - Kenapa zebra cross berwarna hitam putih? Markah jalan satu ini kerap jumpai dan memiliki warna yang khas sehingga dapat dengan mudah mengenalinya di berbagai ruas jalan. Namun, warna hitam putih yang melekat pada zebra cross ternyata bukan pilihan pertama sejak markah diciptakan.
Kemunculan zebra cross bermula dari tingginya angka kecelakaan yang dialami oleh pejalan kaki akibat meningkatnya intensitas lalu lintas di Inggris sejak Perang Dunia II berakhir.
Pada saat itu jumlah kendaraan kian meningkat, sementara masyarakat belum terbiasa berbagi jalan dengan mobil, menurut laporan Ground to Ground.
Menanggapi kondisi tersebut, otoritas transportasi Inggris pada era 1940-an melakukan berbagai uji coba untuk menandai area penyeberangan jalan, mulai dari paku logam yang ditanam di aspal hingga garis berwarna biru dan kuning. Namun, kedua jenis penanda ini sama-sama sulit dikenali pengemudi dari jarak jauh.
Kombinasi warna tersebut kurang terlihat jelas oleh pengemudi meski cukup mencolok dari sudut pandang pejalan kaki. Hal ini mengakibatkan banyak pengemudi yang terlambat mengerem karena warna penanda yang tidak begitu tampak dari kejauhan.
Setelah melalui berbagai percobaan, warna biru kuning tersebut dinilai kurang mencolok sehingga akhirnya beralih ke kombinasi hitam putih yang terbukti lebih mudah terlihat dalam berbagai kondisi cuaca dan pencahayaan.
Nama zebra cross konon muncul dari komentar James Callaghan saat pertama kali melihat desain hitam putih tersebut, yang menurutnya tampak seperti corak zebra. Pada 1951, desain ini resmi ditetapkan sebagai standar nasional. Sejak saat itulah nama zebra cross terus melekat hingga sekarang.
Seiring perkembangan zaman, zebra cross pun terus mengalami penyempurnaan teknologi demi meningkatkan efektivitasnya. Di berbagai negara, cat konvensional mulai digantikan dengan termoplastik berbutiran kaca reflektif agar garis penyeberangan tetap terlihat menyala saat disorot lampu depan kendaraan pada malam hari.
Selain itu, muncul pula variasi lain seperti "Pelican Crossing" yang dilengkapi tombol lampu lalu lintas khusus pejalan kaki, hingga desain penyeberangan tiga dimensi yang menciptakan ilusi visual balok melayang untuk mendorong pengemudi melambat secara refleks.
(Erha Aprili Ramadhoni)