Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Purbaya Ngaku Deg-Degan Penjualan Mobil dan Motor Sempat Turun

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Jum'at, 07 Agustus 2026 |13:57 WIB
Purbaya Ngaku Deg-Degan Penjualan Mobil dan Motor Sempat Turun
Purbaya Ngaku Deg-Degan Penjualan Mobil dan Motor Sempat Turun (Okezone)
A
A
A

TANGERANG - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku sempat deg-degan melihat penjualan mobil yang sempat turun drastis. Bahkan, penjualan sepeda motor juga sempat melambat.

1. Purbaya Deg-Degan

Diketahui, berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales (pabrik ke diler) mobil di Indonesia tembus 81.247 unit. Idul Fitri menjadi momentum naiknya penjualan mobil nasional.

Namun, pengiriman mobil sempat turun drastis pada Maret 2026. Pada periode itu, penjualan wholesales menjadi 61.271 unit.

Meski demikian, penjualan mobil naik kembali pada April 2026 dengan jumlah 80.779 unit. Namun bulan berikutnya, penjualan wholesales secara nasional kembali turun menjadi 69.219 unit.

"Saya deg-degan, apa yang terjadi dengan perekonomian. Apalagi sama, motor juga turun ke bawah (penjualannya)," kata Purbaya di arena GIIAS 2026, dikutip Jumat (7/8/2026).

Penjualan motor di Indonesia juga sempat membuat Purbaya deg-degan. Sama seperti roda empat, penjualan motor naik turun sejak awal tahun ini.

Penjualan motor sempat menyentuh setengah juta unit pada Februari 2026. Namun, bulan berikutnya turun menjadi 448.974 unit.

Penjualan motor sempat membaik pada April 2026 dengan mencapai 520.972 unit. Namun, bulan berikutnya penjualan motor turun lagi menjadi 479.388 unit.

Ia mengatakan, hal ini bukanlah kebetulan. Ia kemudian mengecek uang yang telah digelontorkan pemerintah ke perbankan.

"Ingat kan, di awal September saya gelontorkan Rp200 triliun uang pemerintah dari BI ke perbankan.

Banyak orang bilang itu gak ada gunanya. Kalau ada yang ngomong gitu, Anda harus ngerti bahwa dia gak ngerti ekonomi. Karena begitu kita gelontorkan, ini mulai naik nih," tutur Purbaya.

"Dari sini kan, dia naik ke sana kan bukan kebetulan. Februari mungkin sebelum Lebaran, musimannya setelah itu naik lagi. Tapi Anda lihat trennya naik terus ke atas," ucapnya.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement