Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Studi Ungkap Konsumen Pertimbangkan Mobil Bekas dan Baru secara Bersamaan

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Senin, 29 Juni 2026 |20:53 WIB
Studi Ungkap Konsumen Pertimbangkan Mobil Bekas dan Baru secara Bersamaan
Studi Ungkap Konsumen Pertimbangkan Mobil Bekas dan Baru secara Bersamaan (Ilustrasi/Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Mobil bekas memiliki pasar tersendiri. Namun, pada studi terbaru terungkap, kini peminat mobil bekas juga melirik kendaraan baru dalam waktu bersamaan. 

1. Mobil Bekas dan Baru

Hal ini membuat perjalanan konsumen dalam memilih kendaraan kini semakin dinamis. Kondisi ini memengaruhi pergeseran preferensi konsumen di sektor otomotif. 

Berdasarkan data platform OLX, sepanjang Januari hingga Mei 2026, tercatat minat terhadap iklan mobil bekas turun sebesar 6 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Meski begitu, aktivitas pencarian mobil bekas masih menjadi tinggi yakni rata-rata sekitar 2,7 juta pencarian setiap bulan. 

Di sisi lain, konsumen kini semakin terbuka untuk mempertimbangkan mobil baru dan mobil bekas dalam proses pencarian yang sama. Sebuah studi bahkan mengungkapkan, 66% calon pembeli kini bersikap lebih fleksibel dengan mempertimbangkan opsi mobil baru maupun mobil bekas. 

Terkait hal ini, platform tersebut menghadirkan sub kategori mobil baru. Konsumen bisa memilih merek mobil favorit dan pilihan mobil baru yang bisa disesuaikan dengan budget. 

 

Menurut Direktur OLX, Agung Iskandar, kehadiran fitur baru ini membuktikan pasar mobil baru dan bekas tidak saling menggerus. 

“Dalam memilih kendaraan, konsumen tidak selalu memulai dengan keputusan yang sudah final antara mobil baru atau mobil bekas. Mereka ingin melihat lebih banyak pilihan, membandingkan manfaat dan anggarannya, kemudian menentukan kendaraan yang paling sesuai," ujar Agung, Senin (29/6/2026). 
 

(Erha Aprili Ramadhoni)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement