Misi Artemis III akan menjadi kemitraan publik-swasta. Tiga roket akan diluncurkan sebagai bagian dari inisiatif ini. Satu roket akan membawa empat awak ke orbit mengelilingi Bumi dalam pesawat ruang angkasa Orion. Dua roket lainnya akan membawa modul pendarat Bulan dari Blue Origin dan SpaceX, perusahaan swasta yang masing-masing dimiliki oleh pengusaha teknologi Jeff Bezos dan Elon Musk.
AS saat ini bersaing dengan China untuk kembali mengirimkan manusia ke Bulan.
Awal tahun ini, Badan Antariksa Berawak China mengumumkan niatnya untuk menempatkan manusia di Bulan pada 2030. Bahkan, pada tahun 2024, China menjadi negara pertama yang mengambil sampel tanah dari sisi jauh Bulan menggunakan robotika.
Namun, misi ke Bulan telah menjadi kebanggaan tersendiri bagi AS, yang memegang predikat sebagai negara pertama yang menyelesaikan misi berawak ke Bulan pada 1969.
April lalu, penerbangan Artemis II menandai kembalinya AS ke perjalanan ke Bulan. Untuk pertama kalinya sejak tahun 1972, kapsul berawak terbang melampaui orbit rendah Bumi dan memecahkan rekor penerbangan berawak terjauh ke luar angkasa.
Misi Artemis III tahun depan akan melanjutkan upaya tersebut. Pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah mengisyaratkan keinginannya untuk melihat para astronot mendarat di Bulan sebelum masa jabatan pemimpin Partai Republik tersebut berakhir pada Januari 2029.
Para pejabat NASA juga menggambarkan program Artemis sebagai batu loncatan untuk membangun pangkalan permanen di Bulan.
(Rahman Asmardika)