Menurutnya, di tengah arus informasi yang sangat cepat, kemampuan memilah data dan mengemasnya dalam format visual menjadi kunci. Konten berbasis visual dinilai lebih efektif dalam menyederhanakan informasi kompleks, menarik perhatian, serta meningkatkan pemahaman audiens.
“Ketika kita terjebak pada teks yang panjang dan kompleks, pembaca akan kesulitan. Sebaliknya, visual yang kuat mampu merangkum informasi, membuatnya lebih menarik, dan akhirnya pesan bisa sampai,” jelasnya.
Sejalan dengan itu, kegiatan ini menekankan bahwa tujuan utama komunikasi publik tetap sama, yaitu memastikan pesan tersampaikan secara efektif, terlepas dari bentuk medianya. Namun, dalam konteks digital saat ini, keberhasilan tersebut sangat ditentukan oleh kemampuan humas dalam menggabungkan validitas data dengan kreativitas penyajian.
Melalui Aksi Bakohumas, pemerintah mendorong transformasi peran humas sebagai jembatan strategis antara negara dan masyarakat, tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai kreator pesan publik yang adaptif, inovatif, dan mampu menjawab kebutuhan komunikasi di era digital.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi seluruh peserta, sekaligus memperkuat kualitas komunikasi publik pemerintah agar lebih efektif, inklusif, dan berdampak luas bagi masyarakat.
(Rahman Asmardika)