Sementara itu, perwakilan Pandawara Group, Mochamad Agung Permana, membawa semangat berbeda: kolaborasi. Ia mengingatkan bahwa Indonesia masih menghasilkan 22 juta ton sampah tak terkelola per tahun.
“Pandawara tidak hadir untuk membersihkan Indonesia sendirian. Kami ingin menyadarkan masyarakat agar bersama-sama mengubah perilaku. Sampah dan hoaks sama-sama mengotori negeri, dan sama-sama butuh aksi kolektif,” kata Agung, yang disambut tepuk tangan meriah.
Pandawara sendiri lahir dari lima anak muda Bandung dan kini telah menginspirasi lebih dari 40 komunitas di Indonesia hingga mancanegara.
Tidak kurang dari enam perguruan tinggi mengirimkan mahasiswanya dalam acara ini, termasuk Universitas Pasundan (Unpas), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Islam Bandung (Unisba), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), UIN Sunan Gunung Jati, dan Universitas Komputer Indonesia (Unikom).
Mereka bergabung dengan komunitas seperti Bandung Creative City Forum (BCCF), MAFINDO, serta puluhan content creator lokal.
Setelah sesi sharing dan coaching clinic, para peserta langsung ditantang membuat rencana konten dan kampanye #GaskeunJagaInfo di media sosial masing-masing. Acara ditutup dengan foto bersama dengan semangat "Gen Z Bandung Siap Jadi Digital Patriot"—sebuah komitmen bahwa menjaga informasi adalah bentuk nyata bela negara di abad ke-21.
(Rahman Asmardika)