JAKARTA – Misi Artemis II NASA meraih kesuksesan besar, mencapai jarak terjauh yang dicapai manusia di luar angkasa, memperlihatkan pemandangan sisi jauh Bulan yang belum pernah dilihat sebelumnya, dan kembali ke Bumi dengan sorak sorai serta pujian. Kini, menyusul pencapaian tersebut, NASA sudah mempersiapkan misi-misi Artemis selanjutnya.
Direktur penerbangan masuk NASA, Rick Henfling, mengisyaratkan bahwa misi Artemis III sudah dalam perencanaan badan antariksa tersebut setelah awak Artemis II mendarat dengan selamat di Samudra Pasifik pada Sabtu (11/4/2026).
"Misi selanjutnya sudah di depan mata," kata Henfling, sebagaimana dilansir AP.
Dalam misi penting berikutnya yang rencananya akan diluncurkan pada 2027, para astronot Artemis III akan tetap berada di orbit Bumi dan berlatih memasang kapsul Orion mereka dengan wahana pendarat Bulan komersial, sebuah langkah penting sebelum kembali ke Bulan.
Roket Starship milik Elon Musk dan wahana pendarat Blue Moon milik Jeff Bezos sama-sama bersaing untuk membuktikan bahwa wahana pendarat perusahaan mereka akan siap lebih dulu. Kedua perusahaan tersebut juga bersaing untuk mendapatkan kesempatan membawa astronot Artemis IV selama pendaratan pertama di Bulan yang direncanakan dalam program tersebut pada 2028 mendatang.
NASA telah memposisikan perangkat keras utama untuk uji penyambungan di Kennedy Space Center, sementara SpaceX mempersiapkan penerbangan uji Starship lainnya dan Blue Origin berupaya mewujudkan demonstrasi pendaratan di Bulan pada akhir tahun ini.
Tujuan jangka panjangnya jauh lebih besar daripada sekadar satu pendaratan. NASA dan para mitranya menargetkan kutub selatan Bulan, yang diyakini memiliki cadangan es sangat besar yang dapat menyediakan air dan bahan bakar untuk pangkalan di masa depan — sebuah proyek yang diperkirakan menelan biaya USD20 miliar hingga USD30 miliar.
NASA diperkirakan akan segera mengumumkan awak Artemis III. Misi ini dirancang untuk meniru pengujian era Apollo, mengurangi risiko sebelum mengirim astronot kembali ke permukaan Bulan untuk pertama kalinya dalam lebih dari 50 tahun.
(Rahman Asmardika)