Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

RI Ekspor 20 Ribu Kendaraan Niaga Sepanjang 2025

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Selasa, 24 Februari 2026 |15:29 WIB
RI Ekspor 20 Ribu Kendaraan Niaga Sepanjang 2025
RI Ekspor 20 Ribu Kendaraan Niaga Sepanjang 2025 (Ilustrasi)
A
A
A

JAKARTA - Ekspor kendaraan dalam negeri keluar negeri meningkat pada 2025. Sepanjang tahun lalu, sebanyak 518.212 unit kendaraan diekspor ke luar negeri. 

1. Ekspor Naik

Jumlah itu meningkat 9,75% dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 472.194 unit. Hal ini berdasarkan data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo). 

Dari total ekspor tersebut, sektor kendaraan komersial menyumbangkan hampir 4% atau sebesar 20.326 unit. Berbagai kategori kendaraan niaga unggulan Indonesia kini telah menjadi andalan operasional di pasar internasional. 

Ketua Umum Gaikindo, Putu Juli Ardika, menekankan pentingnya menjaga momentum pertumbuhan melalui penguatan basis manufaktur. 

"Pencapaian ekspor yang mencetak rekor di tahun 2025 menjadi bukti nyata bahwa kualitas produksi otomotif Indonesia telah diakui secara global. Peningkatan volume produksi sangat krusial untuk memastikan industri kendaraan Indonesia memiliki basis pasokan yang kuat untuk memenuhi permintaan global yang terus tumbuh, sekaligus memperkokoh posisi kita dalam rantai pasok otomotif dunia," ujar Putu. 

Saat ini, angka produksi mobil di Indonesia tercatat berada di kisaran 1,2 juta unit pada 2025 dan diprediksi akan terus berkembang.

Gaikindo optimis penyerapan produksi akan dapat memaksimalkan kapasitas produksi industri otomotif Indonesia yang mencapai angka 2,59 juta unit per tahun.

2. Rencana Impor 105 Ribu Pikap 

PT Agrinas Pangan Nusantara berencana mengimpor 105 ribu unit mobil pick-up dari India. Rencananya, kendaraan impor itu akan digunakan untuk operasional Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota mengungkapkan alasan pihaknya mengimpor 105.000 unit pick-up 4x4 dan kendaraan niaga dari India senilai Rp24,66 triliun tersebut. 

“Kami memesan dengan harga yang sangat kompetitif, hampir 50 persen lebih murah dari kompetitornya. Dari sisi daya tahan, tenaga, dan konsumsi bahan bakar, kendaraan ini sangat andal dan berkualitas,” kata Joao dalam keterangannya, dikutip pada Senin (23/2/2026). 

Sebanyak 105 ribu kendaraan itu diimpor dari Mahindra & Mahindra dan Tata Motors. Rinciannya, Mahindra & Mahindra bakal memasok 35.000 pikap Scorpio dan Tata Motors mengirim 70.000 unit kendaraan, terdiri atas 35.000 unit pikap Yodha dan 35.000 unit Ultra T.7 Light Truck. 

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement