Indonesia terletak pada garis khatulistiwa (ekuator)—lintang 0 derajat. Sementara itu, aurora umumnya hanya terlihat di area dengan lintang minimal 60–75 derajat dari ekuator, yaitu di sekitar Lingkaran Arktik dan Antarktika. Jarak geografis ini menempatkan Indonesia terlalu jauh dari “zona aurora” yang alami.
Alasan yang paling krusial adalah medan magnet Bumi di daerah ekuator—termasuk wilayah Indonesia—sangat tebal dan kuat. Ketebalan medan magnet ini mencegah partikel surya menembus atmosfer dengan intensitas yang cukup untuk menciptakan aurora.
Sebaliknya, medan magnet Bumi justru memfokuskan dan mengarahkan partikel bermuatan menuju Kutub Utara dan Selatan, bukan ke arah ekuator. Menurut penelitian BRIN, medan magnet yang tebal di daerah ekuator membuat amat sulit bagi partikel surya untuk menembus masuk dan memunculkan fenomena aurora.