“Ada banyak sekali contoh greenwashing dalam beberapa tahun terakhir. Masyarakat berhak mencurigai segala jenis klaim ‘ramah lingkungan’ yang dibuat oleh perusahaan-perusahaan besar dan berkuas. Citra satelit saja dapat memberi tahu kita siapa yang mengatakan yang sebenarnya,” kata presiden dan salah satu pendiri Kayrros dikutip dari Carscoops.
Meski tidak dapat dipungkiri Tesla harus menebang pohon untuk membangun pabrik perakitan kendaraan listriknya yang baru, produsen mobil ini mengatakan mereka telah menanam lebih dari 1 juta pohon di Jerman sebagai gantinya.
Dalam video yang diunggah ke X (Twitter) pada Juli lalu, Tesla mengklaim telah menanam kembali pohon di area yang setara dengan 450 lapangan sepak bola. Sebagian besar di antaranya layu, dengan beragam campuran termasuk pohon besar, ceri, hornbeam, dan pohon jeruk nipis.
Namun, ada argumen yang menyatakan bahwa 1 juta pohon baru tidak mampu menyerap karbon dioksida berbahaya sebanyak setengah juta pohon yang telah ditebang.
(Erha Aprili Ramadhoni)