JAKARTA - Toyota Kijang Innova merupakan salah satu mobil keluarga terlaris. Namun, ada hal yang dikeluhkan dari mobil multipurpose vehicle (MPV) jika sudah lama dipakai. Setidaknya, ada 5 penyakit mesin Innova yang sering terjadi.
Sebenarnya Innova dikenal sebagai mobil yang jarang bermasalah, baik yang bermesin bensin maupun diesel. Dengan mesin 2.0 liter 1TR-FE VVT-i dan pernah juga ada versi 2.7 liter 2TR-FE VVT-i, mesin Innova bensin dikenal memiliki durabilitas yang baik.
Namun, seiring pemakian lebih dari 5 tahun, mobil butuh perhatian ekstra. Khususnya pada bagian komponen-komponen slow moving yang mulai memasuki batas pemakaiannya.
Diketahui, mobil ini memiliki potensi penyakit pada mesin. Dari informasi yang dihimpun, Rabu (10/7/2024), berikut 5 penyakit mesin Innova yang sering terjadi.
1. Mesin Kehilangan Tenaga
Hal ini bisa terjadi lantaran filter bensin yang kotor. Ini biasanya disebabkan kualitas bensin yang dikonsumsi. Agar kualitasnya baik dan tak cepat sobek, upayakan membeli filter bensin yang orisinil. Itu karena filter yang “KW” rawan sobek, sehingga kotoran bisa masuk. Dampaknya, mesin bisa mati total. Sebaiknya, filter bensin diganti dan jangan hanya dibersihkan.
Filter bensin yang kotor bisa berakibat pada injektor. Dampaknya, pembakaran menjadi tidak sempurna dan tenaga hilang. Karena itu, injektor harus dibersihkan dengan cara di-tune up, dikalibrasi ulang, maupun dengan cara dibersihkan manual.
Selanjutnya, mesin kehilangan tenaga bisa juga lantaran throttle body kotor. Akibatnya pembukaan throttle tidak besar dan udara jadi terbatas. Ini mengakibatkan pembakaran jadi tidak sempurna.
2. Mesin Cepat Panas
Mesin mobil cepat panas pada kendaraan yang berumur merupakan hal wajar. Namun, kondisi ini perlu diperhatikan. Hal tersebut agar mesin tidak terdampak. Suhu mesin yang panas akan menyebabkan mesin ngelitik dan AC kurang dingin.
Hal ini bisa disebabkan oleh radiator bermasalah. Ini terjadi lantaran pengisian cairannya yang tidak tepat. Contohnya, diisi air biasa, air AC, atau coolant palsu. Hal ini bisa mengakibatkan radiator mampet sehingga cairan tidak bisa lewat sempurna. Untuk mengatasinya, radiator harus dibersihkan.
Selain itu, jangan lupa cek viscous fan. Putaran kipas viscous fan yang mengikuti putaran mesin bisa bermasalah jika terlalu enteng atau berat. Untuk mengeceknya, cobalaj memutarnya dengan tangan saat mesin mati. Ini terjadi umumnya lantaran pelumas bermasalah.
3. Sensor Bermasalah
Sensor pada Innova sebenarnya tidak ada masalah yang perlu dikhawatirkan. Meski begitu, tetap harus memperhatikan soal sensor timing belt.
Begitu sensor ini menyala di sekitar 150 ribu kilometer dan diikuti pergantian timing belt, juga harus diikuti reset sensor timing belt. Pada sejumlah kasus, hal ini lupa dilakukan sehingga dianggap bermasalah.
Selain itu, yang harus dicek adalah Mass Airflow Sensor. Karena jika sensor ini rusak atau tidak bekerja dengan baik, mesin bisa berebet dan mati sendiri. Saat sensor ini rusak, sensor check engine umumnya akan menyala. Jika sudah rusak, sebahiknya diganti. Karena itu, sebaiknya sensor ini dibersihkan saat servis rutin.
4. AC Bermasalah
Meski bukan bagian langsung dari mesin, tapi masalah AC juga sering dikeluhkan. Masalah pada AC umumnya embusan angin kecil. Bisa jadi ini disebabkan macetnya filter atau evaporatornya mampet. Sebenarnya, hal ini bisa dihindari dengan membersihkannya.
5. Mesin Terasa Pincang
Mengenai hal ini, umumnya lantaran koil rusak. Usia kendaraan yang sudah lama akan membuat usia pakai koil sudah sampai limitnya. Masalahnya, kadang pemilik tidak menyadari hal ini, apalagi jika pemilik kurang memperhatikan sektor mesin. Akibatnya mesin jadi pincang.
Koil yang rusak umumnya bocor atau malah tidak nembak sama sekali. Untuk mengatasinya, bisa dengan mengganti koil yang rusak.
(Susi Susanti)