JAKARTA – Penjualan mobil listrik tak menunjukkan peningkatan berarti dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini membuat sejumlah produsen putar otak untuk mendongkrak penjualan.
Namun, sebuah studi terbaru mengungkapkan, calon konsumen akan mulai mempertimbangkan membeli kendaraan listrik dalam tiga sampai empat tahun ke depan.
Melansir Carscoops, Jumat (24/5/2024), studi ini menegaskan, hampir separuh konsumen tidak mempertimbangkan untuk membeli kendaraan listrik. Konsumen ini, yang disebut sebagai ‘Skeptis’ dalam penelitian ini, hanya mempertimbangkan kendaraan ICE (internal combustion engine/mesin pembakaran internal).
Namun, Cox Automotive percaya dengan peningkatan teknologi, harga yang lebih rendah, dan jaringan pengisian daya yang lebih baik, 54 persen dari mereka yang skeptis saat ini dapat mempertimbangkan kendaraan listrik dalam waktu tiga hingga lima tahun.
Vice President of Research Market Intelligent di Cox Automotive, Isabelle Helms, meyakini penurunan pertimbangan dan perlambatan pertumbuhan penjualan kendaraan listrik baru-baru ini adalah hal yang normal.
“Meskipun kami melihat penjualan kendaraan listrik melambat dan pertimbangan menurun, kami yakin ini adalah bagian dari kurva pertumbuhan normal dan bukan akhir dari segalanya,” kata Helms seperti dikutip dari Carscoops.
Pertimbangan terhadap kendaraan listrik diperkirakan semakin meningkat dalam 10 tahun ke depan. Jumlahnya diyakini meningkat sebanyak 80 persen orang yang skeptis saat ini dapat menjadi orang yang mempertimbangkan kendaraan listrik.