Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pasar Otomotif AS Terancam, Biden Diminta Larang Kendaraan Listrik China

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Selasa, 16 April 2024 |11:37 WIB
Pasar Otomotif AS Terancam, Biden Diminta Larang Kendaraan Listrik China
Presiden AS Joe Biden diminta larang kendaraan listrik China karena mengancam pasar otomotif AS. (AP)
A
A
A

WASHINGTON - Presiden Amerika Serika (AS) Joe Biden diminta melarang kendaraan listrik buatan China di negara tersebut. Itu lantaran kendaraan listrik China disebut menjadi ancaman nyata bagi industri otomotif AS.

“Saya mohon Anda mengambil tindakan yang berani dan agresif dan melarang secara permanen kendaraan listrik yang diproduksi oleh perusahaan China atau anak perusahaan apa pun yang mereka dirikan untuk menyembunyikan asal-usulnya,” kata Senator Ohio, Sherrod Brown, melansir Reuters, Selasa (16/4/2024).

“Kendaraan listrik China merupakan ancaman nyata bagi industri otomotif Amerika,” ujarnya.

Gedung Putih tidak segera berkomentar.

Sebelumnya, pada Maret, Biden mengatakan bahwa kebijakan China “dapat membanjiri pasar kita dengan kendaraannya, menimbulkan risiko bagi keamanan nasional kita.”

Ia juga mengatakan “tidak akan membiarkan hal itu terjadi jika saya berada di bawah pengawasan saya.”

Komentar Brown yang mendukung larangan permanen kendaraan listrik China di pasar AS adalah komentar paling menohok yang pernah disampaikan anggota parlemen AS mana pun mengenai masalah ini. Pihak lain menyerukan tarif yang tinggi untuk mencegah kendaraan listrik masuk ke AS.

Pada Maret, Departemen Perdagangan membuka penyelidikan mengenai apakah impor kendaraan China menimbulkan risiko keamanan nasional dan dapat menerapkan pembatasan karena kekhawatiran bahwa teknologi mobil yang “terhubung” dapat membahayakan data orang Amerika.

“Kami bertindak secepat mungkin untuk mengidentifikasi risiko dan mengambil tindakan apa pun yang kami anggap merupakan masalah keamanan nasional,” kata Menteri Perdagangan Gina Raimondo bulan lalu.

“Jika Tiongkok mensubsidi kendaraan dengan cara yang merugikan pekerja Amerika, kita harus melakukan sesuatu untuk mengatasinya.”

Dua senator Partai Republik juga telah mengusulkan undang-undang yang berupaya menaikkan tarif kendaraan buatan Tiongkok, meskipun relatif sedikit kendaraan Tiongkok yang diimpor ke Amerika Serikat.

Kedutaan Besar China di Washington tidak segera memberikan komentar. Namun, sebelumnya menolak seruan untuk menaikkan tarif, dengan mengatakan bahwa ekspor mobil China “mencerminkan pembangunan berkualitas tinggi dan inovasi yang kuat dari industri manufaktur China.”

(Erha Aprili Ramadhoni)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement