Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tren Penjualan Mobil Listrik Menurun, Bagaimana Masa Depannya di Indonesia?

Maruf El Rumi , Jurnalis-Jum'at, 22 Maret 2024 |14:35 WIB
Tren Penjualan Mobil Listrik Menurun, Bagaimana Masa Depannya di Indonesia?
IONIQ 5 menjadi salah satu mobil listrik paling laris di Indonesia yang menempatkan Hyundai sebagai pemimpin pasar untuk kendaraan listrik dengan harga di atas Rp700 juta. (Foto: Hyundia Indonesia)
A
A
A

JAKARTA - Awal 2024 menjadi tantangan industri mobil listrik di Indonesia. Sepanjang periode Januari dan Februari 2024 ada tren penurunan volume penjualan wholesale dari kendaraan listrik di Tanah Air jika dibandingkan periode bulan sebelumnya (month-on-month/mom).

Data Gaikindo memperlihatkan adanya penurunan volume penjualan mobil listrik pada Januari 2024 dibandingkan Desember 2023. Sedangkan penjualan Februari juga turun dibandingkan dengan periode Januari. Sepanjang Januari, volume penjualan wholesale mobil listrik di Indonesia diangka 2,3 ribu unit atau turun 27% dibandingkan Desember 2023.

Hanya saja jika dibandingkan pada periode yang sama yaitu Januari, ada pertumbuhan 683% (year-on-year/yoy) atau dibanding Januari 2023. Sementara, pada Februari 2024 penjualan mengalami penurunan sekitar 49,8% dibanding Januari 2024, yaitu 1,17 ribu unit. Meski, lagi lagi jika dibandingkan periode Februari 2023 ada kenaikan 199,5%.

Lalu bagaimana masa depan mobil listrik di Indonesia? Woojune Cha, President Director PT Hyundai Motors Indonesia masih optimistis dengan mobil listrik di Indonesia. Menurut dia, kendaraan listrik akan menjadi masa depan mobilitas masyarakat Indonesia.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita ototekno lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement